Senin, 27 Agustus 2018

Gowes dan Akses Jalan ke Curug Cipanji (Perosotan Alami)

Bismillahirrohmanirrohim

19 Agustus 2018

Pada hari itu kebetulan cuaca pagi di Kota Bandung sedang cerah, bersahabat dan sangat mendukung, sayang sekali jika harus ngebekem di rumah terus, mubazir. Kami memutuskan untuk bersepeda atau lebih kerennya 'gowes', seperti biasa gowes hanya berdua bersama patner saya Dicky Yaniadi, seminggu sekali kami menyempatkan jadwal untuk gowes, kalau tidak sabtu, paling hari minggu, sebagai menjaga kebugaran jasmani. Selain untuk menjaga kebugaran jasmani, liburan menggunakan sepeda juga sangat low budget, tidak perlu membeli bensin, tidak perlu bayar parkir, cukup modal kemauan, kaki, kesabaran dan mental. Paling-paling siapkan air yang banyak dan membawa nasi timbel untuk 'bensin' (sumber tenaga).

Gowes kali ini kami akan ke Curug Cipanji yang berada di Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Curug dalam bahasa indonesia artinya air terjun. Kami memilih ke Curug Cipanji karena penasaran ada perosotan alami di aliran air nya, ibarat waterboom versi alami. Selain itu kami berniat ingin mencari suasana tenang, dan cocok Curug Cipanji sebagai destinasinya, suasana yang hening yang berada di dalam hutan, air yang cukup dingin, pas jika sudah lelah gowes langsung sampai disana.

Kami berangkat dari Taman Cibaduyut Indah jam 6.45, kami gowes melewati Jalan Kopo - Margahayu - Katapang - Soreang dan ke arah Jalan Provinsi menuju Ciwidey, petunjuk arah nya sudah jelas jadi tidak akan bingung, jika tersasar gunakan google maps aja. Setelah sampai di Jalan Provinsi Bandung-Ciwidey, jalan sudah mulai menanjak dan berkelok, ikuti jalan tersebut jangan sampai belok jika ada persimpangan. Untuk sampai belok menuju gapura Desa Tenjolaya lumayan jauh, patokannya RM Sindang Reret, jika sudah melewati rumah makan tersebut, maka belokan menuju Curug Cipanji sudah dekat.



Gapura Desa Tenjolaya yang harus belok ke sini dari Jalan Provinsi Bandung-Ciwidey. Gapuranya ada di sebelah kiri jalan.

Setelah belok kiri dari gapura tersebut, jalan selanjutnya hanya terus mengikuti jalan yang menanjak. Tanjakan berbagai macam dan jalan yang bervariasi berlubang siap-siapkan tenaga dan sabar.


Setelah lurus terus dari gapura, kemudian akan menemukan persimpangan yang ada tulisan Desa Tenjolaya yang menempel di dinding. Jalan selanjutnya kalian memilih belok kanan dan kembali dengan jalan yang menanjak. Lalu ikuti jalan tersebut jangan belok-belok meskipun ada pertigaan atau persimpangan.



Setelah mengikuti jalan terus dari persimpangan tadi, kemudian akan menemukan pertigaan yang ruas jalannya sudah mengecil, dan menemui perkebunan teh, selanjutnya kalian belok ke kiri yang memilih jalan yang sudah dibeton.


Setelah mengikutin jalan yang dibeton, selanjutnya jalan akan berubah menjadi tanah merah dan ikuti terus jalan tersebut, enak dipakai gowes jalannya.



Setelah melewati jalan tanah merah, kemudian akan menemui jalan yang berbatu kerikil dan menanjak terusss, segala ukuran batu bermacam-macam, untung hanya sedikit melewati akses jalan tersebut.


Setelah melihat bangunan ini ikuti jalan ke arah kanan sampai menemukan percabangan kebun teh.


Dari percabangan ini mengambil arah ke kiri, ikuti jalur ini yang menanjak, dari sini pemandangan kebun teh sudah nampak jelas.



Kemudian ada percabangan kedua, sama ambil yang ke kiri, pilih jalan yang menanjak terus hingga masuk ke dalam hutan.


Jika sudah menemukan plang ini, disini batas masuk antara perkebunan teh dan hutan, masuk ke dalam sudah ada jalur motor, ikuti jalur tersebut untuk masuk kedalam hutan dan masih menanjak.


Didalam hutan masih ada percabangan lagi, dari percabangan pertama kita ambil ke jalur yang kiri dan terus ikuti jalur tersebut.


Setelah itu akan menemukan percabangan yang kedua, dari sini kalian mengambil percabangan yang arah ke kanan dan jalur yang menanjak.


Ini sudah percabangan terakhir didalam hutan, kalian mengambil jalur yang ke arah kiri dan ikuti terus jalannya sampai menemukan warung.



Setelah sampai di warung tersebut, sudah dekat untuk sampai ke Curug Cipanji, jika kalian membawa motor, kalian bisa menitipkan motor disitu, jika membawa sepeda bisa dititipkan atau bisa dibawa sambil digendong, soalnya jalurnya sangat sempit jika membawa sepeda. Kalian ikuti jalur setapak yang ada disebelah kanan.


Sebelum sampai ke Curug Cipanji, kalian harus melewati aliran sungai seperti itu sebanyak 3x. Jalurnya sempit namun sudah jelas arahnya. Kira-kira kalian akan tracking dahulu 20 menit sebelum sampai.


Dan akhirnya setelah melakukan perjalanan yang melelahkan menggunakan sepeda, kami sampai disana pukul 11.30. Sebelum bermain seluncuran, kami mengisi perut dulu untuk memulihkan tenaga dengan nasi kuning yang dibeli di tengah perjalanan. Airnya enak seger ditambah bermain-main dengan AKAMSI (anak kampung sini) sangat menyenangkan.

Curug Cipanji mempunyai 3 tingakatan, yang kami tempati ini baru yang pertama, masih bisa ke atas lagi dengan jalur yang lumayan terjal. Makin keatas makin bagus tempatnya, sayang kami hanya sampai sini, karena tidak memungkinkan untuk membawa sepeda dengan jalur yang terjal, sudah sampai kesitu juga udah lumayan bener-bener capenya. Kalau keatas terus sepeda ditinggal disitu, sedikit khawatir sepeda raib, nanti untuk pulang jadi pr.

Untuk masuk ke Curug Cipanji tidak ada tiket bayar waktu kami kesana, alias gratis, tapi tidak tau kalau membawa motor, bisa jadi bayar parkir motor sekaligus disatukan dengan bayar masuknya. Lumayan uangnya bisa buat beli nasi kuning.

Rabu, 22 Agustus 2018

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Berkegiatan Alam

Bismillahirrohmanirrohim

Sebuah perjalanan, petualangan atau menjelajah merupakan salah satu cara untuk melepas penat setelah padatnya bekerja, sekolah, kuliah atau pun kesibukan lainnya. Dengan melakukan tersebut diharapkan mampu menghilangkan rasa penat yang sudah menumpuk lama. Tetapi bisa jadi dengan melakukan perjalanan, petualangan atau menjelajah dapat malah jadi menambah rasa penat kalian jika melakukan kesalahan dalam mempersiapkan rencana.

Bagi kalian yang ingin merencanakan berpergian untuk melakukan berkegiatan alam, petualangan dan menjelajah. Adapun yang harus diperhatikan sebelum kalian berangkat, agar saat melakukan hal tersebut, sudah terbayang akan bagaimana dilokasi dan menjalani dengan aman dan nyaman tidak blunder. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan:

1. Team atau Teman Perjalanan
Petualangan akan menyenangkan bila memiliki team yang solid, kompak dan suka bercanda, dijamin petualangan kalian akan berkesan. Membuat team yang sejalan minimal 2 orang paling sedikit dan tidak disarankan untuk berkegiatan alam bebas sendirian, sangat riskan resikonya jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Kecuali jika sudah profesional dan memahami ilmu-ilmu survival. Lebih banyak orang, bakal lebih seru, bakal lebih hemat juga dalam pengeluaran biaya dan logistik. Selain itu dalam melakukan sesuatu akan lebih ringan dan sigap dengan membagi tugas masing-masing.

2. Perencenaan Kegiatan Alam Bebas
Setelah team sudah terbentuk atau terkumpul, selanjutnya tentukan kegiatan apa yang ingin dilakukan atas keputusan bersama agar tidak ada yang terpaksa menjalaninya, yang ada malah menjadi beban kalo terpaksa. Rundingkan kemudian rencanakan kegiatan. Persiapkan alat-alat apa yang cocok untuk kegiatan tersebut jangan sampai ada yang tertinggal, meskipun hal kecil yang spele bisa menjadi masalah, maka dari itu jika teamnya banyak orang bisa menutupi peralatan yang kurang. Mencari informasi-informasi tentang kegiatan apa yang kalian akan lakukan dengan bertanya-tanya kepada yang sudah pernah melakukan atau mencari informasi akses jalan diinternet. Menentukan transportasi apa yang akan digunakan, sesuaikan dengan biaya kalian, pilih waktu yang tepat untuk memesan tiket. Siapkan logistik sesuai berapa lama melakukan berkegiatan dan untuk berapa jumlah orang yang akan makan, jangan sampai terjadi kekurangan makanan. Jangan lupa juga membawa P3K untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang membutuhkan penanganan menggunakan obat-obatan. Pembagian tugas kelompoknya sudah ditentukan dan siapkan rencana cadangan jika terjadi diluar dugaan. Rencanakan sematang mungkin, agar saat dilapangan tidak terjadi kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan. Tapi biasanya yang asyik dan selalu ada cerita menarik saat rencana kita tidak sesuai apa yang kita akan rencanakan. Untuk menyesiati rencana diluar dugaan, bawa biaya yang lebih jika terjadi sesuatu maka bisa ditutupi, tapi kalo biaya sudah habis, mau tidak mau harus ngegembel untuk bertahan hidup.

3. Kondisi Musim
- Dalam kondisi musim harus diperhatikan, apakah sedang musim penghujan atau musim kemarau. Musim yang cocok untuk melakukan sebuah kegiatan alam yaitu saat musim kemarau, selain terbilang cukup aman dibanding musim hujan, musim kemarau memberikan pemandangan langit biru yang indah, tetapi bakal merasakan panas yang menyengat, siap-siap aja jadi keling. Sedangkan pada musim hujan, langit biasa dipenuhi kabut tebal, belum lagi jalur yang akan diakses akan menjadi licin, tapi serunya melakukan kegiatan alam dimusim hujan khususnya di gunung, bisa meluncur diri saat menemui turunan yang sedikit terjal, namun harus selalu hati-hati melihat kondisi sekitar apakah dekat jurang atau aman. Terus saat musim hujan sering terjadi melihat teman yang terpeleset karena jalan licin, lawak laah pokonya. Siap-siap nyuci pakaian soalnya bakal kotor tanpa toleransi.
- Kondisi musim yang berikutnya yaitu, melihat sedang musim liburan atau tidak, karena saat melakukan petualangan dimusim liburan suasana akan gaduh seperti dipasar dan tidak maksimal menikmati alamnya, namun sisi baiknya bakal mempunyai teman baru dan jika beruntung bisa ketemu jodoh. Saat berkegiatan alam dimusim liburan resikonya tarif transport akan lebih mahal sebagai contoh saat libur idul fitri, harus pinter-pinter memilih waktu.

4. Kondisi Kesiapan Tubuh
Sebelum melakukan kegiatan alam harus memperhatikan kondisi tubuh kita masing-masing, apakah sedang prima sehat bugar atau sebaliknya. Jika kondisi tubuh sedang tidak prima, sebaiknya sabar menunda dulu kegiatan hingga sehat kembali. Apabila tetap memaksakan untuk berangkat akan menyiksa diri sendiri ketika berada dilapangan harus menenteng-nenteng impusan, yang niatnya akan melepaskan penat happy-happy malah menambah penderitaan. Soalnya berkegiatan dialam bebas memerlukan energi yang lebih dari biasanya, belum lagi selalu ada menantang bahaya, jika kita tidak siap maka nyawa yang akan taruhannya, bukan becanda lagi kalau urusannya menyangkut nyawa. Selalu berprinsip safety first dalam berkegiatan alam, karena alam tidak bisa ditebak, jangan sompral dan jangan so so jagoan, apakah kita yang akan mengkondisikan alam atau sebaliknya alam yang akan mengkodisikan kita.

5. Dokumentasi
Persiapkan untuk mengabadikan setiap moment, selain untuk diupdate dimedia sosial kalian, dokumentasi penting untuk mengingat masa-masa muda dimana saat kita menemukan jati diri ketika sudah diusia lanjut, pasti bakal nyengir sendiri jika melihat foto yang waktu dulu punya cerita yang unik. Dokumentasi juga bisa dijadikan hiasan dinding dirumah, tapi dicetak dulu dan dikasih figura, lumayan buat nutupin tembok yang retak-retak dan warna tembok yang kusam. Selain itu, bisa ditunjukan ke anak cucu kelak sambil bercerita masa muda kalian, biar ada topik obrolan dengan anak atau cucu. Dari dokumentasi juga kita bisa memanfaatkan bisa menjadikan sebuah pekerjaan yang menghasilkan uang dari jepretan hasil kalian atau membuat video dimasukan ke youtube.

6. Perizinan dari Orang Tua
Yang paling penting dalam berkegiatan alam sebelum berangkat dari rumah, harus berpamitan meminta restu keselamatan kepada orang tua, karena ridha Allah ada ada pada ridha orang tua. Enaknya kalau sudah diizinkan orang tua, biasanya suka dikasih uang lebih untuk pergi, asal dikasih oleh-oleh waktu pulangnya. Sebenarnya orang tua tidak butuh oleh-oleh, cukup anaknya pulang dengan selamat dan sehat wal afiat juga sudah cukup, hanya kita sebagai anak membalas kebaikan orang tua yang telah mengijinkan anaknya pergi dengan memberi oleh-oleh. Agar orang tua kalian tidak khawatir dengan keadaan kalian, selalu memberi kabar ke orang tua kalian ketika ada sinyal, bisa pap diberi keterangan atau disms. 

Cukup sekian hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan kegiatan alam dari saya, tulisan diatas merupakan dari pengalaman-pengalaman dari saya, jika ada yang kurang, dengan senang hati boleh menambahkan dari atas segala kekurangannya. Semoga tulisan saya dapat bermaanfaat bagi kalian. Terima kasih.

Sabtu, 18 Agustus 2018

Perkenalan Diri

Bismillahirrohmanirrohim

Ada istilah 'Tak kenal maka tak sayang' tapi saya punya asumsi yang lain, tak kenal maka tak akrab. Karena kalau udah sayang ujung-ujung nya menyakitkan, apalagi ditinggal pas sayang-sayangnya:(. Namun jika udah akrab mah insya Allah tidak akan saling menyakitkan, paling kalau menyakitkan becanda nya kuli. Udah cukup aja segitu sebagai intro nya, biar rada panjang sedikit.

Biar jadi akrab kenalkan saya Bhakti Muhammad Ramadhan, bisa dipanggil bhak, bek, ti, bhakti, bebas pokonya mah. Saya lahir di Bandung pada tahun 1998 dan sekarang menetap Bandung, di perbatasan antara kota dan kabupaten. Sekarang sedang mengenyam studi di Universitas Pendidikan Indonesia jurusan PGSD Penjas angkatan 2016. Alumni SMA 7 Bandung, SMP 3 Bandung, SD Al-Fatwa dan TK Al-Furqon, barangkali ada yang se-almamater bisa reuni bareng atau ngelegalisir bareng. Kegemaran yang dilakukan sekarang mah paling olahraga, segala macam olahraga hayu insya Allah siap, soalnya dari usia dini langsung diarahkan ke olahraga, khususnya bulutangkis dan sampai sekarang masih dilakukan, ASKES (asal kesang) weh untuk menjaga kesehatan tubuh.

Selain berolahraga, kegemaran yang mengasyikan lainnya yaitu berkegiatan di alam bebas, bertualangan, menjelajah, hutan, gunung, laut, pantai, curug, panjat tebing boleh kalau ada alatnya dan lain lain yang berhubungan dengan alam. Mengapa mengasyikan? Karena salah satu nya bisa mendapatkan teman baru, lingkungan baru, suasana baru, pengalaman baru, ilmu baru yang tidak didapatkan dan diajarkan dibangku sekolahan, melatih mental untuk keluar dari zona aman dan nyaman kita sebagai tantangan untuk dilewati, sebagaimana dalam kehidupan yang sebenarnya pun, dalam kehidupan selalu ada masalah dan cobaan yang perlu kita hadapi dan lewati.

Berkegiatan di alam juga bisa membuat mendekatkan diri dengan Sang Pencipta, sebab dengan kita berada di alam dan melihat pemandangan yang indah, akan berpikir-pikir siapa yang menciptakan alam semesta beserta isinya, kemudian bersyukur atas apa yang telah diberi oleh-Nya. Apalagi saat kita berada di ketinggian, mempunyai sensasi yang berbeda untuk bertafakur, kita bisa melihat betapa sungguh kecil apa yang kita lihat, begitu pun kita sebagai manusia, kita sangat kecil dimata alam, apalagi dimata Sang Pencipta, maka pelajaran yang didapat lantas untuk apa kita bersombong diri lagi, kita tidak ada apa-apanya.

Berkegiatan alam juga bermanfaat untuk kesehatan fisik dan psikis, dengan menghirup udara segar yang masih asri bisa membersihkan udara-udara yang kotor dan digantikan dengan udara yang bersih dan yang penderita mata rabun, dengan melihat pemandangan yang hijau-hijau insya Allah akan berkurang. Bagi yang mengalami kondisi suntuk, stress dan banyak pikiran, kondisi psikis kalian bisa kembali normal semula, semua beban akan hilang seketika saat melihat pemandangan yang indah disertai menghirup nafas dalam-dalam kemudian berteriak sekencang-kencangnya, tapi lihat kondisi sekitar agar tidak diliatin orang-orang.

Mengapa harus ke alam? Padahal lebih enak di kota, semuanya sudah tersedia. Justru itulah istimewa nya ke alam, khususnya hutan dan gunung. Uang dan kekayaan tiba-tiba tidak lagi seberarti di kota. Canda dan tawa tiba-tiba tidak lagi sepura-pura di kota. Serta perasahabatan tiba-tiba tidak lagi sepalsu di kota. (Mengutip dari Fiersa Besari) Jika menurut saya yang membuat lagi dan balik lagi ke hutan dan gunung yaitu setiap perjalanan dan setiap pertualangan selalu memiliki cerita yang berbeda, entah dari orang-orang yang dijumpai, maupun akses jalur yang kita lalui, selalu mempunyai keunikan tersendiri.

Udah yah dicukupkan segitu dulu pengenalan nya, jika kalian ingin mengajak bertualang hayu boleh insya Allah. Bisa dm ig: bhaktimr , bisa line: bhaktiiimr , bisa wa: 083820523665 . Mari kita jaga bersama alam kita jangan sampai dirusak, agar anak cucu kita kelak bisa menikmati nya juga. Untuk menutup ini ada satu kutipan yang keren menurut saya, "Ruang kelasku beratap langit, lantai kelasku beralas tanah, dinding kelasku tebing gegunungan, semua orang adalah guruku, pelajaran kelasku keterbatasan manusia dihadapan Tuhan." Jadi, tidak semua ruang kelas mempunyai empat dinding.

Mohon maaf jika penulis penulisannya masih rancu, sedang mencoba belajar sedikit-sedikit, mudah-mudahan kedepannya bisa menjadi lebih baik.