19 Agustus 2018
Pada hari itu kebetulan cuaca pagi di Kota Bandung sedang cerah, bersahabat dan sangat mendukung, sayang sekali jika harus ngebekem di rumah terus, mubazir. Kami memutuskan untuk bersepeda atau lebih kerennya 'gowes', seperti biasa gowes hanya berdua bersama patner saya Dicky Yaniadi, seminggu sekali kami menyempatkan jadwal untuk gowes, kalau tidak sabtu, paling hari minggu, sebagai menjaga kebugaran jasmani. Selain untuk menjaga kebugaran jasmani, liburan menggunakan sepeda juga sangat low budget, tidak perlu membeli bensin, tidak perlu bayar parkir, cukup modal kemauan, kaki, kesabaran dan mental. Paling-paling siapkan air yang banyak dan membawa nasi timbel untuk 'bensin' (sumber tenaga).
Gowes kali ini kami akan ke Curug Cipanji yang berada di Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Curug dalam bahasa indonesia artinya air terjun. Kami memilih ke Curug Cipanji karena penasaran ada perosotan alami di aliran air nya, ibarat waterboom versi alami. Selain itu kami berniat ingin mencari suasana tenang, dan cocok Curug Cipanji sebagai destinasinya, suasana yang hening yang berada di dalam hutan, air yang cukup dingin, pas jika sudah lelah gowes langsung sampai disana.
Kami berangkat dari Taman Cibaduyut Indah jam 6.45, kami gowes melewati Jalan Kopo - Margahayu - Katapang - Soreang dan ke arah Jalan Provinsi menuju Ciwidey, petunjuk arah nya sudah jelas jadi tidak akan bingung, jika tersasar gunakan google maps aja. Setelah sampai di Jalan Provinsi Bandung-Ciwidey, jalan sudah mulai menanjak dan berkelok, ikuti jalan tersebut jangan sampai belok jika ada persimpangan. Untuk sampai belok menuju gapura Desa Tenjolaya lumayan jauh, patokannya RM Sindang Reret, jika sudah melewati rumah makan tersebut, maka belokan menuju Curug Cipanji sudah dekat.
Gapura Desa Tenjolaya yang harus belok ke sini dari Jalan Provinsi Bandung-Ciwidey. Gapuranya ada di sebelah kiri jalan.
Setelah belok kiri dari gapura tersebut, jalan selanjutnya hanya terus mengikuti jalan yang menanjak. Tanjakan berbagai macam dan jalan yang bervariasi berlubang siap-siapkan tenaga dan sabar.
Setelah lurus terus dari gapura, kemudian akan menemukan persimpangan yang ada tulisan Desa Tenjolaya yang menempel di dinding. Jalan selanjutnya kalian memilih belok kanan dan kembali dengan jalan yang menanjak. Lalu ikuti jalan tersebut jangan belok-belok meskipun ada pertigaan atau persimpangan.
Setelah mengikuti jalan terus dari persimpangan tadi, kemudian akan menemukan pertigaan yang ruas jalannya sudah mengecil, dan menemui perkebunan teh, selanjutnya kalian belok ke kiri yang memilih jalan yang sudah dibeton.
Setelah mengikutin jalan yang dibeton, selanjutnya jalan akan berubah menjadi tanah merah dan ikuti terus jalan tersebut, enak dipakai gowes jalannya.
Setelah melewati jalan tanah merah, kemudian akan menemui jalan yang berbatu kerikil dan menanjak terusss, segala ukuran batu bermacam-macam, untung hanya sedikit melewati akses jalan tersebut.
Setelah melihat bangunan ini ikuti jalan ke arah kanan sampai menemukan percabangan kebun teh.
Dari percabangan ini mengambil arah ke kiri, ikuti jalur ini yang menanjak, dari sini pemandangan kebun teh sudah nampak jelas.
Kemudian ada percabangan kedua, sama ambil yang ke kiri, pilih jalan yang menanjak terus hingga masuk ke dalam hutan.
Jika sudah menemukan plang ini, disini batas masuk antara perkebunan teh dan hutan, masuk ke dalam sudah ada jalur motor, ikuti jalur tersebut untuk masuk kedalam hutan dan masih menanjak.
Didalam hutan masih ada percabangan lagi, dari percabangan pertama kita ambil ke jalur yang kiri dan terus ikuti jalur tersebut.
Setelah itu akan menemukan percabangan yang kedua, dari sini kalian mengambil percabangan yang arah ke kanan dan jalur yang menanjak.
Ini sudah percabangan terakhir didalam hutan, kalian mengambil jalur yang ke arah kiri dan ikuti terus jalannya sampai menemukan warung.
Setelah sampai di warung tersebut, sudah dekat untuk sampai ke Curug Cipanji, jika kalian membawa motor, kalian bisa menitipkan motor disitu, jika membawa sepeda bisa dititipkan atau bisa dibawa sambil digendong, soalnya jalurnya sangat sempit jika membawa sepeda. Kalian ikuti jalur setapak yang ada disebelah kanan.
Sebelum sampai ke Curug Cipanji, kalian harus melewati aliran sungai seperti itu sebanyak 3x. Jalurnya sempit namun sudah jelas arahnya. Kira-kira kalian akan tracking dahulu 20 menit sebelum sampai.
Dan akhirnya setelah melakukan perjalanan yang melelahkan menggunakan sepeda, kami sampai disana pukul 11.30. Sebelum bermain seluncuran, kami mengisi perut dulu untuk memulihkan tenaga dengan nasi kuning yang dibeli di tengah perjalanan. Airnya enak seger ditambah bermain-main dengan AKAMSI (anak kampung sini) sangat menyenangkan.
Curug Cipanji mempunyai 3 tingakatan, yang kami tempati ini baru yang pertama, masih bisa ke atas lagi dengan jalur yang lumayan terjal. Makin keatas makin bagus tempatnya, sayang kami hanya sampai sini, karena tidak memungkinkan untuk membawa sepeda dengan jalur yang terjal, sudah sampai kesitu juga udah lumayan bener-bener capenya. Kalau keatas terus sepeda ditinggal disitu, sedikit khawatir sepeda raib, nanti untuk pulang jadi pr.
Untuk masuk ke Curug Cipanji tidak ada tiket bayar waktu kami kesana, alias gratis, tapi tidak tau kalau membawa motor, bisa jadi bayar parkir motor sekaligus disatukan dengan bayar masuknya. Lumayan uangnya bisa buat beli nasi kuning.












