Sabtu, 18 Agustus 2018

Perkenalan Diri

Bismillahirrohmanirrohim

Ada istilah 'Tak kenal maka tak sayang' tapi saya punya asumsi yang lain, tak kenal maka tak akrab. Karena kalau udah sayang ujung-ujung nya menyakitkan, apalagi ditinggal pas sayang-sayangnya:(. Namun jika udah akrab mah insya Allah tidak akan saling menyakitkan, paling kalau menyakitkan becanda nya kuli. Udah cukup aja segitu sebagai intro nya, biar rada panjang sedikit.

Biar jadi akrab kenalkan saya Bhakti Muhammad Ramadhan, bisa dipanggil bhak, bek, ti, bhakti, bebas pokonya mah. Saya lahir di Bandung pada tahun 1998 dan sekarang menetap Bandung, di perbatasan antara kota dan kabupaten. Sekarang sedang mengenyam studi di Universitas Pendidikan Indonesia jurusan PGSD Penjas angkatan 2016. Alumni SMA 7 Bandung, SMP 3 Bandung, SD Al-Fatwa dan TK Al-Furqon, barangkali ada yang se-almamater bisa reuni bareng atau ngelegalisir bareng. Kegemaran yang dilakukan sekarang mah paling olahraga, segala macam olahraga hayu insya Allah siap, soalnya dari usia dini langsung diarahkan ke olahraga, khususnya bulutangkis dan sampai sekarang masih dilakukan, ASKES (asal kesang) weh untuk menjaga kesehatan tubuh.

Selain berolahraga, kegemaran yang mengasyikan lainnya yaitu berkegiatan di alam bebas, bertualangan, menjelajah, hutan, gunung, laut, pantai, curug, panjat tebing boleh kalau ada alatnya dan lain lain yang berhubungan dengan alam. Mengapa mengasyikan? Karena salah satu nya bisa mendapatkan teman baru, lingkungan baru, suasana baru, pengalaman baru, ilmu baru yang tidak didapatkan dan diajarkan dibangku sekolahan, melatih mental untuk keluar dari zona aman dan nyaman kita sebagai tantangan untuk dilewati, sebagaimana dalam kehidupan yang sebenarnya pun, dalam kehidupan selalu ada masalah dan cobaan yang perlu kita hadapi dan lewati.

Berkegiatan di alam juga bisa membuat mendekatkan diri dengan Sang Pencipta, sebab dengan kita berada di alam dan melihat pemandangan yang indah, akan berpikir-pikir siapa yang menciptakan alam semesta beserta isinya, kemudian bersyukur atas apa yang telah diberi oleh-Nya. Apalagi saat kita berada di ketinggian, mempunyai sensasi yang berbeda untuk bertafakur, kita bisa melihat betapa sungguh kecil apa yang kita lihat, begitu pun kita sebagai manusia, kita sangat kecil dimata alam, apalagi dimata Sang Pencipta, maka pelajaran yang didapat lantas untuk apa kita bersombong diri lagi, kita tidak ada apa-apanya.

Berkegiatan alam juga bermanfaat untuk kesehatan fisik dan psikis, dengan menghirup udara segar yang masih asri bisa membersihkan udara-udara yang kotor dan digantikan dengan udara yang bersih dan yang penderita mata rabun, dengan melihat pemandangan yang hijau-hijau insya Allah akan berkurang. Bagi yang mengalami kondisi suntuk, stress dan banyak pikiran, kondisi psikis kalian bisa kembali normal semula, semua beban akan hilang seketika saat melihat pemandangan yang indah disertai menghirup nafas dalam-dalam kemudian berteriak sekencang-kencangnya, tapi lihat kondisi sekitar agar tidak diliatin orang-orang.

Mengapa harus ke alam? Padahal lebih enak di kota, semuanya sudah tersedia. Justru itulah istimewa nya ke alam, khususnya hutan dan gunung. Uang dan kekayaan tiba-tiba tidak lagi seberarti di kota. Canda dan tawa tiba-tiba tidak lagi sepura-pura di kota. Serta perasahabatan tiba-tiba tidak lagi sepalsu di kota. (Mengutip dari Fiersa Besari) Jika menurut saya yang membuat lagi dan balik lagi ke hutan dan gunung yaitu setiap perjalanan dan setiap pertualangan selalu memiliki cerita yang berbeda, entah dari orang-orang yang dijumpai, maupun akses jalur yang kita lalui, selalu mempunyai keunikan tersendiri.

Udah yah dicukupkan segitu dulu pengenalan nya, jika kalian ingin mengajak bertualang hayu boleh insya Allah. Bisa dm ig: bhaktimr , bisa line: bhaktiiimr , bisa wa: 083820523665 . Mari kita jaga bersama alam kita jangan sampai dirusak, agar anak cucu kita kelak bisa menikmati nya juga. Untuk menutup ini ada satu kutipan yang keren menurut saya, "Ruang kelasku beratap langit, lantai kelasku beralas tanah, dinding kelasku tebing gegunungan, semua orang adalah guruku, pelajaran kelasku keterbatasan manusia dihadapan Tuhan." Jadi, tidak semua ruang kelas mempunyai empat dinding.

Mohon maaf jika penulis penulisannya masih rancu, sedang mencoba belajar sedikit-sedikit, mudah-mudahan kedepannya bisa menjadi lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar