Jumat, 28 September 2018

Leuwi Tonjong 'Surga Tersemnunyi' di Garut Selatan

Bismillahirrohmanirrohim


Berbicara tentang Garut, tidak melulu identik dengan dodolnya, dorokdoknya, jaket kulitnya, atau pun domba adunya yang hebat-hebat dalam bertarung. Dibalik itu semua, Garut memiliki banyak sekali pesona alam yang menyuguhkan keasriannya untuk dinikmati, tidak hanya Cipanas dan Darajat saja. Bagi saya, wisata alam yang ada Garut cukup lumayan kumplit, gunung yang populer ada PAGUCI (Papandayan, Guntur, Cikuray), punya pantai yang banyak mulai dari Rancabuaya sampai Sancang, situ (danau) tak kalah kerennya, leuwi (sungai) yang bersih, curug (air terjun) yang melimpah banyaknya, serta masih banyak wisata alam yang lainnya.

Salah satunya di Kecamatan Cihurip, disana mempunyai 4 destinasi wisata alam yang berada di 4 desa yang berbeda-beda. Leuwi Tonjong di Desa Jayamukti, Curug Nyogong di Desa Mekarwangi, Curug Cibadak di Desa Cisangkal dan Ranca Hideung di Kampung Sukalila Desa Cihurip. Keempatnya memiliki keindahannya masing-masing, sangat disayangkan jika berkunjung ke Cihurip melewatkan keempat destinasi tersebut, seperti saya bersama kawan saya hanya mengunjungi Leuwi Tonjong saja, karena mepet dengan waktu yang singkat dan perencanaan yang mendadak sedari berangkat jadi untuk kemana-mananya disiapkan selama diperjalanan. Imbasnya jadi terburu-buru mengejar waktu dan hanya sebentar untuk menikmatinya, berbanding terbalik dengan perjuangan yang ditempuh dengan lama.

Akses untuk sampai ke Leuwi Tonjong Desa Jayamukti Kecamatan Cihurip Kabupaten Garut dari arah Garut kota mengambil arah ke Cikajang, setelah sampai di pertigaan Cikajang, kalian harus belok ke kiri yang menuju arah Pameungpeuk dari situ ikuti jalan terus sampai ke Jalan Gunung Gelap, di sebelah kiri ada gapura besar berwarna kuning yang bertuliskan 'Selamat Datang di Kecamatan Cihurip' kalo masuk belok kiri. 
Jika dari daerah Bungbulang kalian yang mengikuti jalan terus akan menemui pertigaan Cikajang, jika ke kiri menuju Garut Kota, kalian harus lurus menuju arah Pameungpeuk.
Setelah masuk gapura Cihurip, kalian terus saja dulu mengikuti jalan tersebut, jalannya pun naik turun melewati gunung, kalian akan melewati belokan yang mengarah ke Curug Nyogong, tapi kalian harus tetap lurus, setelah melewati SDN Cihurip 01 dan puskesmas, tidak lama lagi akan menemui belokan yang ke kanan, kalian harus belok ke kanan, jalan yang menuju Leuwi Tonjong, jika lurus maka akan ke Curug Cibadak. Setelah belok kanan, kalian akan menemui lapangan sepak nola, terus saja ikutin jalan yang mengarah kebawah, dan lama-lama jalan akan semakin mengecil, paling cukup untuk 1 mobil lewat. Ikuti jalan tersebut nanti juga bakal ada tulisan selamat datang di Leuwi Tonjong, jika kalian bingung dI jalan, tanyakan pada warga sekitar banyak ko, dan baik serta ramah warganya. Setelah sampai ada rumah yang dibawahnya warung, kalian bisa menitipkan motor disana, dan di pintu masuk kalian harus membeli tiket. Berhubung saya bersama kawan saya datang pada weekday, jadi tidak ada penjaga tiketnya, jadi gratis. Paling kalau bayar 5.000, parkir 5.000 paling mahal.

Beberapa orang menyebut tempat ini dengan sebutan 'surga tersembunyi' karena letaknya memang jauh dan harus melakukan trekking dulu sekitar 20-25 menitan untuk sampai kebawahnya, itu untuk turun, untuk pulang mungkin bisa lebih dari itu karena harus jalan menanjak. Belum lagi akses kendaraan menuju lokasi ada sebagian jalan yang rusak dan tidak terlalu besar, namun sebagiannya lagi sudah ada yang diperbaiki, sepertinya jika menggunakan kendaraan mobil, akan mempersulit diri sendiri karena tidak memungkinkan untuk dilalui. Paling dititipkan ke rumah warga, selanjutnya kalian harus berjalan kaki menuju lokasinya. Karenan untuk parkir motor juga sedikit lapak parkirnya.

Kerennya dari tempat ini, yaitu aliran air sungainya yang mengalir diantara dua tebing yang tinggi, arusnya pun tenang sangat bersahabat jika ingin berenang, ada penyewaan rakit juga bila ingin ke tengah antara tebing. Namun saat musim kemarau airnya akan sedikit surut dan terlihat bersih, jika musim penghujan, airnya akan banyak tapi sedikit kecoklat-coklatan. Kalian bebas untuk menentukan kesana pada musim apa, setiap musim memiliki kekurangan dan kelebihannya. Namun yang jelas jika kalian akan kesana, tanamkan dari diri kalian masing-masing tidak boleh merusak, menyampah, vandalisme dan kegiatan lainnya yang merugikan Leuwi Tonjong, sebab tempat ini sangar berpotensi jika dikembangkan, akan membatu warga sana dalam hal ekonomi. 

Cung, siapa yang orang Garut? Kalian harus bangga menjadi orang Garut, sebab di Garut banyak potensi alam yang luar bisa, sampai-sampai dari luar kota menyempatkan untuk berlibur di Garut, oleh sebab itu, kalian sebagai orang Garut harus tetap menjaga kelesetariannya agar daya tarik wisatawan semakin banyak dan Kota Garut lebih banyak dikenal, kalau bisa sampai mancanegara.

Mohon maaf ada kekurangan dalam hal dokumentasi tidak mencantumkan patokan belokan-belokannya, karena terburu-buru dengan waktu yang sudah sore, dan mengejar sunset di Puncak Guha. Semoga saya mendeskripsikan arahnya dapat dipahami dan dimengerti serta bermanfaat.


Kamis, 27 September 2018

Mampir Ke Leuwi Jurig Desa Bojong Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut Selatan

Bismillahirrohmanirrohim


Memang pantas tempat ini diberi nama Leuwi Jurig jika dilihat dari cerita dan malapetaka yang kerap terjadi, entah dari siapa awal mula pencetusnya, namun nama asli dari tempat ini yaitu Leuwi Rupit yang merupakan aliran Sungai Cirompang. Kata leuwi diambil dari Bahasa Sunda yang artinya lubuk atau cekungan yang ada di dasar sungai, sedangkan jurig yang berarti hantu. Lokasi Leuwi Jurig berada di Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut. Bisa dilalui dengan 2 akses, bisa melewati dari arah Garut kota menuju Cikajang, bisa melewati dari arah pangalengan menuju Cisewu.

Jika kalian melewati dari arah Garut kota, kalian mengambil arah ke Cikajang, setelah sampai dipertigaan Cikajang yang ke kiri ke Pameungpeuk, kalian harus belok ke kanan yang menuju ke Bungbulang, ikuti jalan raya terus hinggal melewati Cisandaan, Tanjakan Halimun sampai menuju Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, lokasinya sangat mudah dijumpai, kalian setelah melewati jembatan yang lumayan besar dan bawahnya aliran sungai yang banyak batu dan tebing-tebing, berarti kalian sudah sampai, kalian lewati jembatan tersebut, kemudian nanjak sedikit dan ada warung disebelah kiri jalan, disamping warung ada jalan yang menurun, kalian masuk kesana dan dibawah ada parkir kendaraan, bisa pakai motor bisa pakai mobil. Jika kalian mengambil jalan dari Pangalengan, kalian ikuti jalan terus sampai Cisewu, setelah di Cisewu ada pertigaan yang ke kiri mengarah Bungbulang dan ke kanan mengarah Rancabuaya, kalian mengambil ke arah kiri dan ikuti terus jalan tersebut sampai mengarah ke Bungbulang, jika kalian lewat situ lokasinya ada di sebelah kanan jalan dan sebelum jalan raya yang menurun sebelum jembatan. Untuk waktu itu kami tidak bayar tiket masuk soalnya lokasinya sedang ditutup. Paling jika bayar hanya 5.000.

Tempat ini dianggap angker oleh masyarakat sekitar, karena cukup erat hubungannya dengan dunia mistis, konon katanya di bawah jembatan Leuwi Jurig yang letaknya memang di bawah jembatan yang menghubungkan jalan raya terdapat pasar gaib atau tempat berkumpulnya mahluk-mahluk tak kasat mata. Jika mata kalian jeli dengan keadaan sekitar, kalian bisa melihat ada makam, entah makam asli atau pun makam sebagai simbolis. Dan kebetulan tidak lama pada hari itu ketika saya bersama kawan saya ke sana lokasinya sedang ditutup dan masih ada police line, tidak tahu untuk sementara atau selamanya, akibat ada kejadian beberapa hari sebelumnya yaitu seseorang yang meninggal gara-gara tenggelam saat berenang disana, tapi  kami sedikit memberanikan diri mencoba untuk menuju ke sana karena dengan rasa penasaran dari dulu dan sudah jauh-jauh dari rumah sangat lebar kalau tidak mampir.

Aliran air disini memang tenang jika dilihat dari atas sangat menggoda untuk nyebur, tapi perlu diketahui bahwa di bawah sana diantara tebing-tebingnya terdapat cekungan, didalam cekungan itu arusnya sangat kuat dan kencang menarik ke bawah, saking dalamnya ketinggian air disini sampai-sampai arusnya pun tidak terlihat dari atas, mungkin itu penyebab sering terjadinya seseorang yang tenggelam seperti sama halnya dengan Curug Cikaso yang berada di Sukabumi. Ada tempat yang lebih aman untuk berenang atau ingin merasakan segarnya air di sebelah kanan setelah mermarkirkan kendaraan, jika ingin ke spot foto yang diatas arahnya ke arah kiri dan sedikit trekking. Kalian bisa mencari-cari tempat yang aman jika sudah disana.

Bagi kalian yang ingin berenang atau sekedar merasakan airnya, utamakan keselematan dan perlu diingat, tempat yang kalian kunjungi bukan tempat mati, pasti ada kehidupan di atas ini. Selalu berhati-hati dalam berucap, agar tidak menyinggung penunggu dari setiap tempat dan selalu berhati-hati dalam bertindak, pikirkan terlebih dahulu resiko apa yang akan terjadi. Mohon maaf jika tidak melampirkan dokumentasi yang banyak sebagai patokan pintu masuk ataupun sekitaran lokasi, karena terburu-buru dengan waktu yang sudah mulai gelap, dan perjalan masih panjang untuk dilalui. Semoga bisa bermanfaat.

Sabtu, 22 September 2018

Tradisi dan Adat Istiadat Suku Sasak Dusun Sade

Bismillahirrohmanirrohim


Sangat disayangkan rasanya jika berlibur ke Lombok tidak mengunjungi kesini. Dusun yang terletak di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dusun yang sudah ada sejak 1079 dan hingga sekarang masih mempertahankan adat dan tradisi dari leluhur mereka. Luas dusun yang berukuran 5 hektar dan dihuni oleh 152 kepala keluarga, tiap 1 kepala keluarga menghuni 1 rumah dengan total penduduk sekitar 700 orang dan telah ditempati oleh 15 generasi. Meskipun sudah zaman sudah canggih, mereka masih tetap mempertahankan tradisi leluhur mereka dengan memanfaatkan bahan-bahan alami untuk penghidupan mereka.


Ketika kalian awal masuk, kalian akan mengisi buku tamu, kemudian diantar oleh pemandu dari warga Dusun Sade yang akan menceritakan semua tentang tradisi adat dan bagaimana kehidupan disana, kemudian langsung disuguhkan dengan pertujukan pertarungan oleh 2 pemuda, yaitu Tradisi Presean, Tradisi Peresean merupakan salah satu Tradisi warisan nenek moyang sebagai bagian Upacara adat Suku Sasak (Orang Lombok), asal usul tradisi ini dimulai dari legenda pertarungan sampai mati dua orang laki-laki yang merupakan tunangan dari Ratu Mandalika, disamping itu latar belakang dari tradisi ini adalah pelampiasan Emosi Para Raja di Masa Lampau ketika berperang melawan musuh.

Dengan Melihat Latar belakang Tradisi Presean, bisa dikatakan ini adalain tarian kuno yang merupakan upacara adat dari Suku Sasak yang membawa makna tentang keberanian, ketangkasan dan ketangguhan orang-orang Lombok sebagai petarung. Masyarakat sekitar percaya bahwa setiap darah yang menetes dapat menentukan hujan, semakin banyak tetesan darah semakin banyak peluang untuk terjadinya hujan di Lombok. Bisa dikatakan Presean merupakan Upacara Adat Suku Sasak Untuk mendatangkan hujan

Dalam Tradisi Presean, para peserta tidaklah ditunjuk sebelumnya, dengan kata lain para peserta diambil dari para penontonnya sendiri, dalam pencarian peserta Peresean terdapat istilah Pakembar Tengaq (wasit) yang menunjuk langsung calon petarung dari para penonton, istilah Pepadu yang menunjuk langsung calon lawannya dari penonton yang hadir. pemenang ditentukan apabila ada salah seorang pepadu yang mengeluarkan darah, atau jika keduanya mampu bertahan dan sama-sama kuat pemenang ditentukan melalui skor tertinggi dari pertarungan yang berlangsung selama lima ronde.

Dibawah ini adalah beberapa istilah serta alat yang menjadi bagian dari berlangsungnya Tradisi Presean ini:
- Alat pemukul yang terbuat dari rotan (penjalin)
- Ende sebuah tameng yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau
- Gong Alat musik dengan ukuran besar berbentuk bulat dengan bundara kecil di bagian tengahnya, akan menghasilkan suara mendengung apabila dipukul
- Kendang Alat Musik terbuat dari kayu yang berbentuk silinder dengan dua lubang ditengahnya, kedua lubangnya ditutup oleh kulit sapi/kambing yang telah disamak
- Kajar (Sejenis Seruling)
- Rincik
- Pepadu (petarung) 
- Pakembar Tengaq (wasit tengah)
- Pakembar  Sedi (wasit Pinggir)


Tipe rumah Suku Sasak ada 3 tipe, Bale Bontar yakni untuk rumah dengan keluarga lebih dari satu anak, kedua Bale Podong yakni rumah untuk sepasang suami istri yang baru menikah atau orang tua untuk menghabiskan masa tua, terakhir Bale Tani. Rumah yang mereka huni semua terbuat dari bahan alami, lantai dari tanah liat dicampur kotoran kerbau, dinding dari anyaman bambu dan untuk atap dari daun alang-alang, kuat selama 7 tahun jika benar mengikatnya. Pintu masuknya dibuat rendah, filosofinya agar tamu menghormati pemilik rumahnya dengan cara masuk yang menunduk. Untuk membersihkan lantainya mereka menggunakan kotoran kerbau seminggu sekali. 


Setelah keunikan bangunan, wisatawan yang mampir ke perkampungan ini juga bisa melihat langsung para perempuan menenun kain, yang menjadi pekerjaan sampingan selain bertani. Perempuan yang sudah dikatakan dewasa dan siap dinikahi, jika sudah bisa menenun. Kebanyakan dari berbagai hasil tenun mereka dibuat untuk dijual kepada wisatawan. Masyarakat Dusun Sade sangat senang jika hasil jualan mereka ditawar, maka kalau kaliab ingin membeli disini, kalian harus pintar-pintar bernegosiasi.


Ada tradisi yang menarik sebelum melakukan pernikahan, yaitu tradisi menculik si gadis yang akan dinikahi, cara seperti ini dianggap lebih kesatria dibandingkan harus meminta dengan cara hormat kepada orang tua si gadis. Pencurian tersebut harus dilakukan pada malam hari dan si pemuda harus membawa teman atau kerabat sebagai pengecoh dan saksi serta pengiring supaya proses penculikan tidak terlihat oleh siapapun. Namun, kalau terlihat maka si pemuda harus dikenakan denda oleh pihak keluarga perempuan ataupun desa. Setelah si gadis berhasil diculik, gadis tersebut tidak boleh dibawa langsung ke rumah si pemuda tetapi ke rumah kerabat laki-laki terlebih dahulu. Setelah beberapa malam, keluarga kerabatnya tersebut akan mengirimkan utusan untuk memberitahukan kepada keluarga pihak gadis bahwa anak gadisnya telah diculik.

Proses pemberitahuan ini disebut ‘nyelabar’. Dalam proses ini pun terdapat beberapa peraturan yang harus dilakukan. Nyelabar, Istilah bahasa setempat untuk pemberitahuan itu, dan itu dilakukan oleh kerabat pihak lelaki tetapi orangtua pihak lelaki tidak diboleh ikut. Rombongan Nyelabar terdiri lebih dari 5 orang dan wajib mengenakan berpakaian adat. Rombongan tidak boleh langsung datang kekeluarga perempuan. Rombongan terlebih dahulu meminta izin pada Kliang atau tetua adat setempat, sekedar rasa penghormatan kepada kliang, datang pun ada aturan rombongan tidak diperkenankan masuk ke rumah pihak gadis. Mereka duduk bersila dihalaman depan, satu utusan dari rombongan itu yang nantinya sebagai juru bicara menyampaikan pemberitahuan. 

Ketika pasangan pengantin dengan menggunakan baju adat Lombok sang pengantin diarak menuju tempat orang tua si pengantin perempuan sambil berjalan kaki. Sebelum masuk ke pelaminan, pemuda Lombok biasa ‘menculik’ anak gadis yang disukainya. Jika orangtua si gadis setuju dengan pemuda yang akan menikahi anaknya, ia akan memberi tanda dengan cara membasuh kaki pemuda tersebut dengan air sirop atau air kelapa. Sementara jika ia tidak setuju disimbolisasikan dengan membasuh menggunakan air tajin. Jika orangtua gadis tersebut menolak tetapi si pemuda tetap ngotot untuk menikahinya, orangtua si gadis biasanya menetapkan mahar yang tinggi untuk merestui anaknya. Ini sebagai ikatan agar anaknya diperlakukan secara baik.



Dalam pergaulan dengan lawan jenis, dikalangan wanita Lombok terutama remajanya juga dikenal istilah ‘pandai menipu’. Maksudnya, wanita Lombok dikenal memiliki banyak pacar, karena itu ia harus pandai-pandai menyiasati diri agar tidak ketahuan oleh pacar lelakinya yang lain. Malah ada anggapan kalau pacarnya hanya satu berarti tidak laku dan tidak di hormati. Justru bagi wanita Lombok banyak pacar adalah sebagai suatu kebanggaan tersendiri. Ada cerita menarik yang kami kutip ”Biasanya pada saat 2 atau 3 sebelum hari raya idul fitri” Sang pacar akan membawa beberapa hadiah yang di peruntukkan bagi sang gadis, ini lah kelihaian dari perempuan untuk menyiasati pertemuan, karena si lelaki dateng pada waktu yang bersamaan. Awas hati-hati bagi yang punya pacar orang Lombok hehe.

Oh iya, untuk berkunjung kesini tidak ada tarif khusus untuk membayar berapa, diakhir sebelum pulang kita hanya memberi se-ikhlasnya saja kepada pemandu yang mengantar kalian.

Jumat, 14 September 2018

Pulau Kunti Tak Seseram Namanya

Bismillahirrohmanirrohim


Siapa sangka di Sukabumi memiliki pulau yang tak kalah kerennya dibandingkan pulau-pulau tenar yang ada di Indonesia. Meskipun terdengar menyeramkan dari namanya, tetapi berbanding terbalik dengan keindahan yang disuguhkan, tidak tahu jika malam, apakah menyeramkan?

TERBENTUKNYA PULAU KUNTI
Menurut cerita Pak Saman, seseorang yang mengantar kami menuju lokasi. Sejarah Pulau Kunti itu batuan tertua di Pulau Jawa, usianya 65 juta tahun, jadi cikal bakalnya Pulau Jawa tuh Pulau Kunti. Dulu disini diformasi Jampang, didaerah Jampang disebut batuan formasi diyakini bahwa disini palung terdalam didunia, didalam palung tersebut memiliki 2 lempeng, yaitu lempeng benua dan lempeng samudra. Pada suatu saat kedua lempeng tersebut beradu atau tabrakan, akhirnya lempeng samudra kalah, karena lempeng benua cenderung menahan. Jadi setiap terjadi gempa, nabrak, patah yang berulang-ulang, lama-kelamaan jadilah Pulau Kunti, baru rentetan Pulau Jawa dan Pulan Sumatera terbentuk. Di Pulau Kunti itu batuan melange, batuan melange adalah sejenis batuan campuran yang ada di Jawa dan di Sumatera, kenapa Pulang Sumatera terpisah dengan Pulau Jawa? Karena Gunung Krakatau meletus. Itu riwayat kronologis terjadinya Pulau Kunti.

ASAL NAMA PULAU KUNTI
Asal muasal nama dari Pulau Kunti itu, dibawah Pulau Kunti ada gua-gua kecil bolong, jadi kalau dihantam gelombang mengeluarkan gema seperti suara orang tertawa atau perempuan tertawa. Kebetulan ada yang mancing tengah malam tidak sapat-dapat ikan, ada gelombang menghantam gua, terus mendangar suara perempuan tertawa, ah tidak akan salah suara kunti, terus pulang langsung gara-gara ketakutan. Begitu ceritanya diberi nama Pulau Kunti.
.
Uniknya waktu kami datang kesini terdapat burung berwarna putih (saya lupa namanya) yang datang dari Australia, kata Pak Saman asalnya banyak yang bertelur didaerah sini, tapi tidak kalah banyak yang mengambilnya juga. Jika ingin melihat banyak burungnya datang pada bulan Desember, biasanya suka datang berbondong-bondong. Penasaran? Datang coba saat bulan Desember.

Pulau Kunti terletak di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, masih termasuk dalam sekitar Geopark Ciletuh. Dari kota Sukabumi memakan waktu sekitar 4 jam, tinggal google maps saja dan perhatikan petunjuk arah sudah jelas menunjukan arah. Untuk menyebrang ke Pulau Kunti kalian akan berangkat dari Pantai Palangpang, untuk menyewa perahu waktu kami 25.000 pulang pergi dengan lama di perahu sekitar 30 menit. Kalian di Pulau Kunti harus menyiapkan air minum dan makanan sendiri, karena disana masih asri tidak ada warung.


 Tulisan Geopark Ciletuh di Pantai Palangpang

Sedang menenggu jemputan perahu, neduh dulu sambil ngaso dibawah pohon

 Di perahu yang berisi 12 orang, ditambah 2 orang, Pak Saman dan ABK nya

 Pemandangan di tengah perjalanan perahu, melewati Pulau Mandra, batu-batu magma tertua dan burung putih yang datang dari Australia


 Suasana tenang dan sepi di Pulau Kunti, cocok untuk melepas penat dari kesibukan yang monoton

 Merenung dan menikmati suasana di Pulau Kunti

 Panas-panas rugi dong kalau tidak nyemplung ke dalam air, berenang-berenang bebas karena ombaknya tidak terlalu besar, tapi perlu hati-hati jangan ke tengah

Bergaya bak model boyband, narsis dulu sedikit

Sabtu, 08 September 2018

Jalan Menuju Curug Sanghyang Taraje Garut Selatan

Bismillahirrohmanirrohim


Pada kali ini saya akan menceritakan perjalanan ke Curug Sanghyang Taraje ketika saya bersama kawan saya bernama Lutfi Rifida, ya kami hanya berdua menjelajah Garut Selatan selama 3 hari 2 malam. Bagiku waktu selama itu sangat kurang jika kalian ingin menjelajah alam yang ada di Garut Selatan. Mengapa kurang? Untuk diperjalanan motornya saja bisa memakan waktu 5-6 jam itu pun jika non-stop. Apalagi kami hanya berdua, dengan kondisi jalan yang selalu kosong dan sepi, membuat kami was-was jika terjadi apa-apa bagiamana jauh dari rumah. Kami lumayan banyak mengunjungi tempat-tempat yang keren, namun sayangnya tidak bisa lama untuk menikmatinya, karena harus terburu-buru mengingat jarak dari satu tempat ke tempat lain jaraknya lumayan jauh jadi kami mengejar waktu dan list tempat yang kami akan kunjungi. Mungkin lain waktu saya akan mengunjungi kembali jika diberi umur dan atas kehendak-Nya.

Selama di Garut Selatan kami mengunjungi Curug Rahong, Leuwi Jurig, Curug Sanghyang Taraje, Leuwi Tonjong dan Puncak Guha. Masih banyak pr untuk mengunjungi tempat yang tak kalah kerennya di Garut Selatan. Jalan yang kami lewati menuju Garut Selatan memilih jalur Pangalengan, karena jalannya enak tidak ada stopan dan yang lebih keren disepanjang jalan menyuguhkan lanskap yang menawan.

Curug Sanghyang Taraje terletak di Kampung Kombongan, Desa Pankenjeng, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Untuk menuju kesana bisa memilih 2 akses, bisa lewat Cikajang atau bisa lewat Pangalengan. Jika lewat Cikajang, dari Kota Garut ikuti petunjuk arah menuju Cikajang, setelah sampai di pertigaan yang ke kiri ke Cikajang, kalian memilih belok kanan, kemudian ikuti jalan raya tersebut terus hingga melewati Curug Orok, ketika sampai di Cisandaan ada pertigaan lagi, patokannya sebelum pos polisi dan rumah makan Cisandaan, dari pertigaan tersebut kalian belok kanan menuju ke Kecamatan Pamulihan, ikuti jalan terus hingga bertemu Kantor Kecamatan Pamulihan. Jika kalian melewati Pangalengan, dari bunderan Pangalengan kalian ke kanan dengan petunjuk arah ke Rancabuaya, kalian ikuti terus melewati Cukul -Talegong - Cisewu, di Cisewu kalian akan melewati Curug Rahong, lokasinya di pinggir jalan, sekalian istirahat kalian bisa kesana dulu. Setelah Cisewu kemudian memasuki Kecamatan Caringin, di Caringin ada pertigaan, kalian belok ke kiri, karena yang ke kanan menuju Pantai Rancabuaya. Setelah belok kiri kalian susuri terus jalan tersebut sampai ke Kecamatan Bungbulang, di Desa Bojong Kecamatan Bungbulang kalian bisa mampir dulu ke Leuwi Jurig, lokasinya pun di pinggir jalan, patokannya sebelum jembatan yang bawahnya aliran sungai yang diisi batu-batuan. Setelah melewati Bungbulang kalian memasuki daerah Pakenjeng, dari Pakenjeng sebelum ke Cisandaan kalian harus melewati Tanjakan Halimun, Halimun diambil dari Gunung Halimun atau warga disana menyebutnya Tanjakan Panganten, mengapa tanjakan panganten? Konon menurut warga disana jika sepasang pengantin melewati tanjakan tersebut sering terjadi kecelakaan, syarat nya jika melewati tanjakan tersebut harus turun dulu dari kendaraannya. Kembali ke akses jalur, setelah melewati Tanjakan Halimun, kalian akan sampai di Cisandaan, jika sudah melewati pos polisi atau rumah makan Cisandaan ada pertigaan kalian ke kiri yang jalannya sedikit turunan. Ikuti terus jalan tersebut sampai menemukan Kantor Kecamatan Pamulihan.


Pertigaan Cisandaan diambil dari arah Cikajang


Kantor Kecamatan Pamulihan, tempat kami bermalam sebelum paginya ke Curug Sanghyang Taraje. Bagi kalian yang sudah kemalaman, kalian bisa minta ijin untuk ikut bermalam disini.


Setelah melewati Kantor Kecamatan Pamulihan, kalian akan menemukan gapura ini, kalian masuk ke gapura tersebut, awas jangan belok ke kanan, setelah itu nanti ada pertigaan dan sudah ada plang ke Curug Sanghyang Taraje belok ke kiri.


Setelah belok di pertigaan setelah gapura, kalian belok ke kanan darisitu. Kemudian ikuti jalan tersebut, jalan sudah mulai rusak dan sudah melewati tanjakan yang curam, perlu berhati-hati, terutama bagi motor matic.

Perlu diperhatikan dan diingat, akses jalan untuk menuju tempat parkir motor ini sangattttt sangattt curam dan berbatu (bukan aspal) selalu cek kendaraan anda terutama remnya, selain curam, jalannya pun dipinggirnya langsung jurang, jika rem blong bisa jadi kalian akan terpelosok ke dalam sana. Setelah melewati jalan yang ekstrim tersebut, kalian akan menjumpai banyak warung, nah berarti kalian sudah sampai tinggal mermarkirkan kendaraan kalian disana dan membayar tiket seharga 5.000 serta parkir 2.000. Jika kalian memakai mobil, kalian tidak bisa membawa kendaraan kalian sampai sana, mengingat jalnnya yang kecil.


Setelah membayar tiket masuk, kalian akan sedikit berjalan kalo untuk menuju curugnya, jalannya sudah dibuat sedemikian rupa jadi tidak akan susah, paling kalian akan berjalan selama 15 menit an.


Dannn akhirnyaaaa, kalian sampai di Curug Sanghyang Taraje, sudah ada saung-saung untuk kalian istirahat atau pun "botram" (makan bersama). Perlu diingat juga, kalian tidak bisa berenang dibawah air terjun atau sekitar air terjunnya, mengingat aliran air yang cukup besar akan berbahaya bagi kalian. Jika mau ada dibawahnya dengan aliran yang lebih tenang dan aman. Ikuti aturan yang ada jika kalian tidak ingin pulang tinggal nama.

Cerita rakyat Curug Sanghyang Taraje. Taraje adalah bahasa sunda yang artinya tangga yang dibuat dari bambu.

Tangga Misterius
Pada curug Sanghyang Taraje, mitos dan legenda di masyarakat berkaitan dengan keinginan Dayang Sumbi. Lalu, Sangkuriang pun memenuhi keinginan Dayang Sumbi yaitu mengambil bintang dilangit. Bintang yang diambil untuk Dayang Sumbi ini tersimpan di bawah air terjun.

Menurut cerita masyarakat sekitar, Curug Sanghyang Taraje ini adalah tangga yang digunakan Sangkuriang untuk menyanggupi keinginan pemilik hatinya yaitu Dayang Sumbi. Hal ini sesuai dengan kata Taraje yang telah dijelaskan maknanya yaitu tangga. Jika anda perhatikan ketika berada dilokasi, ada batu menyerupai jejak kaki raksasa. Jejak kaki ini dinamakan dengan tapak Sangkuriang.

Selain itu, masyarakat sekitar juga mempercayai tentang misteri belut raksasa sebagai penjaga tempat ini. Sosok belut raksasa ini dianggap sebagai penjaga hadiah bintang Sangkuriang untuk Dayang Sumbi. Banyak penduduk menganggap bahwa misteri belut raksasa ini nyata. Beberapa saksi mata pernah menyaksikan langsung kehadiran belut ini, kemudian dipercaya oleh penduduk.

Sekian dari saya, kalian bisa mempercayai hal tersebut atai tidak, itu hak kalian, hak saya hanya ingin mengetahui dari cerita tersebut. Semoga catatan saya dapat bermanfaat bagi kalian. Ohiya selalu jaga kebersihan dimana pun kalian berada ya, apalagi sampai merusak, agar anak cucu kita dapat menikmati alam yang sama apa yang kita rasakan sekarang.

Minggu, 02 September 2018

5 Makanan Sehat Selama Pendakian

Bismillahirrohmanirrohim


Dalam mendaki gunung, persiapan kalian tidak boleh sembarangan. Salah satu faktor penting dan menjadi penentu kekuatan kalian untuk bisa mencapai puncak adalah bekal makanan. Harus kalian tahu bahwa ada 4 unsur yang tidak boleh ketinggalan dalam perbekalan, yaitu karbohidrat, protein, vitamin dan gula. Makanan yang mengandung 4 unsur tersebut yaitu:

1. Oatmeal atau sereal
Oatmeal atau sereal adalah solusi terbaik bagi kalian untuk menggantikan asupan karbohidrat yang selama ini diperoleh dari nasi. Selain lebih praktis dan ringan, kandungan karbohidrat dalam oatmeal dan sereal setara dengan kandungan karbohidrat yang terdapat dalam nasi sehingga asupan kalori yang dibutuhkan tetap dapat terpenuhi. Selain itu untuk membuatnya pun lebih mudah oatmeal atau sereal, tidak memakan waktu yang banyak. Tidak hanya karbohidrat, oatmeal atau sereal mengandung protein, lemak, zat besi, vitamin dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh.

2. Madu
Tak hanya manis dan lezat, madu juga kaya akan kalsium, kalium dan zat besi yang dapat menguatkan otot tubuh sehingga dengan memakannya, tubuh akan menjadi lebih bertenaga. Selain itu madu juga bermanfaat untu menjaga kondisi tubuh untuk tetap sehat pada kondisi cuaca gunung yang seringkali sulit untuk diprediksi. Madu berguna juga ketika mulut kalian kering atau sedang sebel, dengan mengemut madu mulut akan lebih baik dan enak.


3. Cokelat
Senyawa phenethylamine yang terdapat dalam cokelat dapat membantu untuk menaikan hormon endorfin dalam tubuh kalian. Hormon ini sangat dibutuhkan oleh para pendaki agar tidak mudah kehabisan tenaga. Cokelat juga merupakan panganan yang praktis pengemasannya, sehingga Anda bisa selalu menyelipkannya di kantong-kantong celana atau tas ransel. Saat mendaki dan kalian merasa tubuh terlalu dingin, makanlah batangan cokelat guna menambah tenaga dan menghangatkan badan.

4. Abon
Meskipun karbohidrat sangat penting bagi tubuh saat melakukan pendakian, namun Anda tidak boleh melupakan salah satu hal yang tidak kalah penting; yaitu protein. Pilihlah makanan yang mengandung protein dan ptraktis dikemas dalam ransel,  seperti abon dan sosis.

5. Buah
Vitamin, serat dan air yang terdapat dalam buah dapat meningkatkan vitalitas tubuh serta menjaga tubuh dari dehidrasi, karena itulah mendaki, kalian harus secara bijak dalam menggunakan pembekalan air namun kalian juga tidak boleh membiarkan tubuh kekurangan cairan hingga mengalami dehidrasi. Apalagi jika cuaca sedang dingin kalian harus banyak minum untuk menghangatkan tubuh lewat proses metabolisme. Kalian bisa tetap memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh dengan mengkonsumsi buah. Berikut dua jenis buah yang memiliki kandungan air cukup tinggi:

– Semangka
Berdasarkan penelitian University of Aberdeen Medical School  pada tahun 2009, semangka membantu menghidrasi tubuh dua kali lebih efektif dibandingkan dengan meminum satu gelas air.

– Apel
Apel memiliki kandungan air sebanyak 84% ditambah dengan kandungan lainnya seperti seperti vitamin C dan B kompleks (riboflavin, thiamin dan vitamin B6), serat makanan, kalsium, kalium, fosfor dan beberapa fitonutrien.


Hindari makanan ini!

Mi instan sampai saat ini merupakan salah satu makanan favorit yang sering dibawa oleh para pendaki. Alasannya adalah mi instan dapat di-packing dengan praktis dan mudah diolah di lapangan.

Namun, mi instan merupakan makanan yang tidak baik dalam menyertai pendakian. Sebab, sifat mi instan yang menarik cairan dalam tubuh akan membuat kalian lebih mudah haus dan selalu minum. Padahal, selama melakukan pendakian kalian justru harus menghemat persedian air.

Jika hal ini terjadi, dan konsumsi mi instan kalian sudah kelewat banyak, bisa-bisa air bawaan kalian jadi lebih cepat habis. Mengkonsumsi mi instan dilakukan dalam keadaan darurat jika persedian makanan sudah tidak ada lagi. Jadi, sebisa mungkin kurangilah mengonsumsi mi instan secara berlebihan selama pendakian.



Referensi: https://www.go-dok.com/5-panganan-sehat-untuk-menemani-pendakian/

Sabtu, 01 September 2018

Estimasi biaya dan waktu pendakian Gunung Rinjani plus ke Gili Trawangan dari Bandung

Bismillahirrohmanirrohim

25 Juni - 7 Juli 2018

Merencanakan perjalanan yang matang adalah sesuatu hal yang paling penting sebelum berangkat, agar saat dilapangan semuanya sudah terkoodinir dengan baik dan tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Bagi yang masih bingung atau tidak menegetahui berapa budget yang harus dibawa dan memakai transportasi apa saja untuk menuju Gunung Rinjani 4 hari 3 malam plus 3 hari 2 malam di Gili Trawangan, Lombok berangkat dari Bandung. Berikut perinciannya:

- Stasiun Kiaracondong (BDG) ke Stasiun Gubeng (SBY) kereta ekonomi Pasundan. Harga 94.000 (17 jam 10 menit)
Atau jika kehabisan tiket ataupun tertinggal kereta.
Terminal Cicaheum ke Solo pakai bis Sugeng Rahayu harga 250.000, lanjut Solo ke Terminal Purabaya pakai bis Sinar Selamat harga 46.000 (20 jam kurang lebih)

- Stasiun Gubeng ke Pelabuhan Tanjung Perak pakai grabcar atau gocar harga 40.000. Atau dari Terminal Purabaya ke Pelabuhan Tanjung Perak pakai bis Damri harga 6.000. (30 menit)
Suasana didalam bis Damri

- Pelabuhan Tanjung Perak ke Pelabuhan Lembar pakai kapal ferry KMP Legundi harga 87.000, jika bayar 117.000 dapat makan 2x, kalian bebas memilih. Jadwal keberangkatan dari Surabaya hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Dari Lombok Senin, Rabu dan Sabtu. Asalnya seminggu 2x, sekarang jadi 3x. Untuk memastikan bisa menghubungi pihak ASDP KMP Legundi 081211697342 (Rosmini) 081211695839 (Hera) 081211697339 (Rita) 081211697295 (Purnamarwan). Usahakan pagi hari sudah di pelabuhan agar bisa mengantri tiket lebih awal dan jam pemberangkatan tidak menentu, tiket tidak bisa dibeli online, harus offline datang ke pelabuhan. Jika tidak keburu beli tiket siasatnya bisa ngobrol ke supir truk, ikut bareng truk, bayar 60.000 (Lama menyebrang 20 jam)

Daftar harga tiket kapal ferry, disitu 72.000 belum ditambah 15.000 untuk asuransi.

- Pelabuhan Lembar ke Basecamp Sembalun, bisa memakai minibus isi 5 orang dengan harga 500.000 sekali jalan langsung ke basecamp Sembalun, bisa menghubungi Mas Arif (085338939095) harus disms atau telpon, orangnya baik dan totalitas. Atau jika 10 orang bisa memakai elf dengan harga 70.000/orang, bisa menghubungi Pak Nursaat (082247916651) homestay Pak Nursaat di Senaru, tapi jika naik lewat sembalun, pagi bisa diantar ke sembalun tanpa biaya tambahan. (Pelabuhan Lembar-Sembalun 3,5-4 jam)
Foto terakhir sebelum berpisah dengan Mas Arif

- Logistik untuk 4 hari 3 malam patungan 44.000/orang, untuk membeli bahan makanan sayur mayur ada di dekat basecamp Sembalun. Atau di homestay Pak Nursaat juga menyediakan logistik.
- SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) Rinjani hitungannya perhari, jika weekday 5.000 dan weekend 7.500 dan asuransi 10.000, untuk pendaki internasional weekday 150.000/hari weekend 225.000/hari. Jika ingin menggunakan jasa porter bayar 200.000-250.000/hari. Untuk melakukan pendaftaran di basecamp Sembalun dibuka pukul 08.00-17.00. Kalau ingin ngejar waktu usahakan daftar sore dan pagi sebelum pukul 08.00 sudah bisa mulai hiking, jadi tidak start terlalu siang.
Mendaftar SIMAKSI sebelum melakukan pendakian

- Basecamp Sembalun ke Pos 1 (Pemantauan) bisa lewat jalur baru (Bawak Nao) bisa lewat jalur lama dengan membayar biaya mobil pick up 30.000/orang untuk 5 orang, karena akses jalan yang cukup sulit maka beban harus ringan. Jika lewat jalur lama, dari gerbang yang bertuliskan Selamat Datang di Taman Nasional Gunung Rinjani ke pos 1 (1-1,5 jam) jika dari Bawak Nao bisa (3,5-4 jam)
Naik mobil pick up ke gerbang pendakian jalur lama Sembalun, track mobil nya luar biasa
Gerbang pendakian Gunung Rinjani yang lama, mobil mengantarkan sampai sini sekaligus memulai hiking dari sini

- Dari Pos 1 ke Pos 2 (Tengegean) (1-1,5 jam) enak dipakai makan siang, saung-saung tempat istirahat banyak dan sumber air banyak. Hati-hati banyak monyet kelaparan yang mencoba mengambil makanan. Toilet basah sudah ada. Bisa memakai ojeg juga dari sembalun ke pos 2 dengan harga 150.000.
Suasana di pos 2, enak dipakai buat makan siang

- Dari Pos 2 ke Pos 3 (Pada Balong) (1,5-2 jam) di pos 3 jika sudah kesorean bisa dijadikan tempat camp untuk mempersiapkan 7 Bukit Penyesalan, disini ada sedikit mata air. Atau jika masih siang atau masih kuat mending lanjut terus.

- Dari Pos 3 ke Pos 4 (Bukit Penyeselan) (2 jam) menuju ke pos 4 mulai melewati bukit-bukit yang cukup menguras tenaga. Banyak yang bilang perjalanan kesana melewati bukit menyakitkan.
Bukit-bukit sebelum menuju pos 4
Pagi hari di pos 4, kami ngecamp di pos 4 karena kelelahan dan sudah ke sorean untuk melewati bukit penyesalan, tidak ada sumber air untuk di pos 4.

- Dari pos 4 ke Pelawangan (5-6 jam) dari sini kalian akan merasakan namanya bukit penyesalan. Nanjak terus ga dikasih kendor, bawaan nya tiap melewati 1 bukit ingin istirahat terus, makannya bisa 5-6 jam, tergantung fisik masing-masing. Siapkan dari jauh-jauh hari fisik kalian, ini bukan main lelahnya. Di Pelawangan tempat Camp terakhir, sangat luas tempatnya bebas milih ngecamp dimana. Untuk menuju sumber air dari Pelawangan harus melewati 3 bukit kecil dahulu. Jadi bebas mau memilih ngecamp dekat sumber air dengan catatan harus membawa carrier melewati 3 bukit, atau memilih ngecamp didekat percabangan yang menuju Danau Segara Anak agar lebih dekat menuju kesana.


Harus melewati 7 bukit seperti ini, capek? Jangan ditanya.


Pelawangan tempat ngecamp terakhir sebelum dini hari melakukan summit attack

- Dari Pelawangan ke Puncak Rinjani (4-5 jam) usahakan pakai jaket, sarung tangan, kupluk atau buff, pokonya pakaian hangat, bila perlu bawa sleeping bag, disepanjang jalur banyak yang kedinginan, ada yang hipotermia juga. Anginnya sangat kencang dan dingin. Dan banyak-banyak bersabar dan tabah sampai akhir, tanjakannya aduhai terjal ditambah pasir yang akan membawa turun kembali, perhatikan selalu keatas, takutnya ada batu yang menggelinding dari atas.

Tanjakan terakhir yang sangat terjal dan berbatu yang memnuat harus turun lagi setelah melangkah 


Suasana keadaan di puncak Gunung Rinjani pukul 6.30, walaupun sudah ada matahari, suhu tetap dinginnnn

- Dari Pelawangan ke Danau Segara Anak (4 jam) jangan dianggap enteng untuk turun ke danau, meskipun posisinya turun, durasinya cukup lumayan lama dan jauuuuuuuh, belum turunannya yang terjal dengan batu-batu yang besar, belum lagi ada yang harus menanjaknya lagi. Pasti selalu berpikir kita turun terus tapi lama ga nyampe nyampe, emang panjang, sabar aja pasti kebayar lelahnya ketika melihat Danau Segara Anak yang luasnya kurang lebih 200 hektare. Di Danau Segara Anak sumber air sangat banyak, namun harus turun ke bawah melewati Aik Kalak, bisa memancing juga jika beruntung ada ikan yang besar, serta bisa juga berendam di pemaindian air panas Aik Kalak, tempat paling favorit setelah badan pegal-pegal. Untuk berendam di Aik Kalak diusahakan jangan sampe magrib berada di air, untuk keselamatan masing-masing.
Enaknya naik gunung, berangkat berlima, sudah ditempat bisa jadi rombongan dari berbagai daerah.
Danau Segara Anak dimanfaatkan untuk memancing untuk tambahan logistik membuat ikan bakar
Kesegaran yang hakiki setelah beres berendam di Aik Kalak

- Dari Danau Segara Anak turun ke Torean (9-10 jam) karena kalau lewat senaru harus naik lagi ke Pelawangan Senaru 5 jam an, belum turunnya 8-9 jam. Jika jalur Torean langsung turun ke arah Goa Susu, jalurnya sudah cukup jelas tapi jalurnya terjal dan banyak jurang, harus tetap waspada dan fokus terus. Jika bingung tunggu saja orang lewat, biasanya warga suka melewati jalur Torean. Di hutannya sudah ada petunjuk tali rapia diranting, dan di percabangan antara Torean dan Sambelen (Sambik Elen) sudah ada plangnya, kalian ke kiri ke Torean dan ke kanan ke Sambelen. Ketika sudah menemukan perkebunan jagung setelah keluar dari hutan, maka kalian sebentar lagi akan sampai. Usahakan kalian tidak sampai kemalaman di jalur Torean, karena waktu itu saya sampai kemaleman ada kejadian-kejadian mistis diluar nalar manusia.






Pemandangan yang disuguhkan jalur Torean memang menawan, meskipun terjal dan kanan kiri jurang. Terdapat juga Air Terjun Penimbungan yang cantik.

- Dari Dusun Torean ke Pelabuhan Bangsal (3 jam) menggunakan nyewa mobil bak terbuka, membayar 35.000/orang untuk 12 orang.

- Jika di Pelabuhan Bangsal sudah malam, bisa beristirahat di teras koperasinya, soalnya buka koperasi untuk membeli tiket pukul 07.00, untuk menyebrang ke Gili Trawangan harga tiketnya 15.000. (30 menit lama menyebrang) perahu yang berangkat ke Gili Trawangan beroprasinya setiap 1 jam sekali. Dan di Gili Trawangan pemberangkatan pertama pukul 07.30 dan selanjutnya setiap jam sekali.
30 menit berharga untuk sekejap tidur dari lelahnya mendaki Gunung Rinjani dan berjaga tas di Pelabuhan Bangsal

- Di Gili Trawangan kebijakannya tidak boleh ngecamp, jadi mau tidak mau harus menyewa homestay, hotel, villa atau penginapan. Harga penginapan disana bervariatif tinggali milih aja sesuai dompet. Kami berlima di penginapan Dayak semalam 200.000. Untuk snorkling di Gili Trawangan bayar 80.000 ke 3 spot snorkling termasuk Gilir Air dan Gili Meno. Sewa sepeda di Gili Trawangan 35.000.


Daya tarik Gili Trawangan memang menakjubkan, belum lagi kalau ke Gili Air dan Gili Meno. Kehidupan malamnya pun tak oernah sepi, harus kuat iman.

- Dari Pelabuhan Bangsal ke Pelabuhan Lembar bisa mengontak Mas Arif lagi dan bayar 100.000 plus keliling Lombok ke Pantai Senggigi, Bukit Malaka, Desa Sade, Pantai Kuta, Tanjung Aan, Bukit Marese dan malamnya menginap dirumah Mas Arif, besok pagi nya diantar ke Pelabuhan Bangsal. Jadi harus menyiapkan 1 hari sebelum ke Pelabuhan Bangsal. Sayang, saya hanya ke Desa Sade Saja, karena diberitahu ada perubahan jadwal kapal ferry yang maju sehari.



Untuk ke Desa Sade membayar se-ikhlasnya, nanti akan diajak keliling desa sambil memberi tahu tentang Desa Sade.

- Makan selama awal perjalanan 5.000-15.000, kalau sama Mas Arif diajak makan nasi yang harga 5.000 tapi enak. Makan paling mahal waktu di Gili Trawangan 15.000, tapi ada juga yang 10.000 asal mau nyari.
 Makanan harga 7.000, ayam serundeng dengan ukuran ayam yang mini:(
Makanan harga 5.000 yang diajak makan Mas Arif, nasi campur seperti nasi kucing yang dibungkus daun pisan, sambelnya mantapppp

- Bagi penikmat Garpit (Gudang Garam Internasional) disarankan untuk membawa stock dari daerah kalian, soalnya di Pulau Lombok lumayan sulit untuk mendapatkannya.
Rokok khas lombok, pengganti garpit, namun rasa nya tidak seperti garpit

Sekian estimasi biaya dan waktu untuk mendaki Gunung Rinjani dan ke Gili Trawangan dari Bandung. Semoga bisa bermanfaat menjadi kebayang-bayang dan patokan bagaimana jika kesana untuk merencanakan yang matang.

Lain waktu saya akan menceritakan bagaimana cerita saya ke Gunung Rinjani dan Gili Trawangan. Karena balik sebuah keindahan tersebut terdapat cerita yang berbeda, menhedihkan, mengharukan, menyenangkan semua ada.