Bismillahirrohmanirrohim
Sudah lama tidak menulis hehe.
13 Juni 2019
Pendakian tektok kali ini dilakukan h+8 setelah Hari Raya Idul Fitri. Tidak banyak mempersiapkan segala hal, hanya berencana mendaki pulang pergi dan memasak liwet diatas. Dan ini akibatnya jika ceroboh dalam melupakan pentingnya sebuah persiapan atau perencanaan untuk pendakian gunung. Sudah mah terbatasnya waktu, terus ditambah lupa waktu saking menikmatinya suasana, tidak sadar jika waktu sudah mulai petang dan masih diatas, sehingga pendakian turun dilakukan sampai gelap malam. Karena tidak mempersiapkan akan sampai malam, akhirnya perjalanan turun pun tidak menggunakan senter atau headlamp, mengandalkan flash dari ponsel.
Tidak sadar juga kalau hari itu bertepatan dengan Hari Kamis, berarti kami turun pada malam Jumat. Suasana perjalanan cukup mencekam, hampir saja kami memilih jalur yang salah untuk turun, bahkan kata rombongan pendaki yang tak sengaja bersua ditengah perjalanan mengatakan “awas hati-hati, tadi kami melihat seekor ‘kucing’ melintas dijalur, tunggu dulu biar lewat duluan” sejak diberitahu hal tersebut, perjalanan kami semakin tak karuan. Akhirnya, berdoa, berpikir positif dan berjalan secara rapat berlima saling menjaga satu sama lain.
Kurangnya persiapan membuat kami kewalahan, sudah barang tentu kaki tremor, dan kawan ku Tian tulang keringnya beradu dengan batu, syukur alhamdulillah sampai turun lagi ke tempat parkir tidak terjadi hal-hal lain yang tidak diinginkan.
Setelah sampai di parkiran, menyempatkan mengobrol dengan Abah dan menanyakan kebenerannya meong tersebut, ternyata memang ada keberadaannya, meong tersebut kerap melintas dijalur pendakian hanya malam selasa dan malam jumat saja, ujar Si Abah. Dan tidak akan menganggu, hanya sekedar melintas, lanjut Abah.
Pembelajaran yang didapatkan pada pendakian kali ini:
Jangan menganggap enteng semua gunung, hingga larut mengabaikan pentingnya sebuah persiapan dan perencanaan juga manajemen perjalanan. Sebab, dalam mendaki gunung kita selalu berjalan berdampingan dengan segala marabahaya yang mengintai. Waspadalah, waspadalah!
Untuk ingin melihat selengkapnya dokumentasi, bisa dilihat langsung dichannel youtube ku, Bhakti Muhammad Ramadhan
Estimasi waktu dari Pos PGPI sampai puncak sekitar 4-5 jam, tergantung kecepatan berjalan, fisik dan lama nya beristirahat. Tidak adak sumber air. Lahan untuk camping tidak terlalu luas. Uniknya, pos di Gunung Puntang dibalik, jadi pos 1 nya berada diatas pos sebelum menuju puncak, dan tempat camp yang ideal, ada di pos 1 dan pos 2.
Jika ingin bertanya, silahkan ajukan dikolom komentar, ya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar