Untuk melepas rasa penat dari rutinitas yang monoton atau hanya sekedar ingin jauh sesaat dari ingar bingar kehidupan kota yang selalu macet tiada henti, tidak perlu biaya mahal apalagi tidak perlu pergi jauh-jauh. Bahkan dengan bersepeda pun bisa dilakukan sekaligus hitung-hitung berolahraga, tinggal modal ada kemauan, kesabaran diperjalanan dan terpenting bisa melawan godaan udara dingin pagi hari yang membuat menarik selimut kembali memilih untuk tidur lagi. Sebab jika tidak berangkat sejak pagi-pagi buta, risikonya di jalan akan tersengat oleh panasnya matahari, belum lagi kalau berangkat sedikit siang tidak akan bisa berlama-lama untuk menikmati tempat yang kita kunjungi karena berbeda dengan memakai motor, memakai sepeda tidak sebentar waktu yang dibutuhkan dalam perjalanan.
Sangat disayangkan kalau bisa berenang tidak menyempatkan untuk berenang disini, airnya yang berwarna kebiru-biruan tidak terlalu dingin dan tidak terlalu dalam, namun diberapa titik ada yang dalamnya juga, paling 1,5 sampai 2 meteran, jadi harus tetap berhati-hati. Bisa juga bermain gelantungan seperti tarzan, tinggal memakai tali webbing yang diikatkan pada pohon, sebab pohonnya yang menjorok kearah danau, jadi kalo jatuh langsung ke dalam air. Untuk yang tidak bisa berenang tak perlu khawatir, disediakan pula penyewaan rakit dan ban. Bagi yang ingin menikmati lebih lama lagi, disediakan area berkemah lumayan cukup luas bisa mendirikan 5 sampai 10 tenda dan untuk membawa kendaraan bisa dititipkan kepada warga agar bisa lebih aman.
Untuk akses menuju kesana kalian dari Kota Bandung bisa lewat Buah Batu menuju Bojong Soang atau dari Moh Toha menuju Dayeuh Kolot, setelah itu kalian arahkan kendaraan menuju arah Ciparay. Kalian ikuti terus jalan raya hingga menemukan alun-alun Ciparay yang ditandai dengan Mesjid Agung, terminal angkot dan Pasar Ciparay. Setelah itu kalian belok ke kanan, sebab jika lurus akan mengarah ke Majalaya. Kemudian setelah belok kanan, kalian harus lurus terus mengikuti jalan raya sampai Kecamatan Pacet ditandai dengan mengikuti jalan raya yang arah kiri ke Pacet, kalian memilih jalan lurus dengan jalan yang sedikit lebih kecil, ikutin terus jalan Girihirum tersebut jangan belok-belok menuju Desa Pangauban nanti ada belok kanan yang sama ukuran jalannya, jika kalian bingung tanyakan saja pada warga, gampang untuk menemui warga jika kesana, tinggal bilang aja mau ke Danau Alam Lestari, nanti kalian akan ditunjukan jalannya. Mohon maaf sebelumnya saya lupa untuk mendokumentasikan patokan arah belokannya.
Kalau sehabis berenang paling recomend langsung jajan seblak yang ada disana, selain untuk membantu perekonomian warga sekitar, rasanya pun tidak kalah enak apalagi habis tubuh dingin-dingin langsung melahap seblak yang masih panas, ah nikmat rasanya. Terakhir berkunjung kesana, tempatnya sudah banyak yang diperbagus dibandingkan dengan awal pertama kesana, bahkan sekarang sudah ada playground khusus anak kecil, cocok mengajak sekeluarga untuk berpiknik kesini. Semoga tempat ini selalu terjaga, karena hanya satu-satunya tempat untuk para AKAMSI menghabiskan waktu berakhir pekan.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar