Pendakian sekali jalan pulang pergi tanpa berkemah atau biasa disebut pendakian tektok, bisa menjadi alternatif bagi yang ingin mendaki gunung disela-sela waktu padatnya rutinitas, karena estimasi waktu pendakiannya hanya membutuhkan kurang dari satu hari. Selain menghemat dalam urusan waktu, pendakian tektok juga tidak membebani pendaki dalam membawa barang perlengkapan dan peralatannya yang harus ada didalam tas, tidak perlu berat-berat membawa carrier yang full pack segede kulkas, yang mana itu menguntungkan mampu menghemat tenaga untuk mengefektifkan perjalanan dengan berjalan yang tidak berleha-leha dengan dalih membawa tas yang berat. Selain itu mendaki tektok sedikit untuk mengeluarkan budget; tidak perlu menyewa peralatan, tidak terlalu banyak membeli logistik, dalam SIMAKSI pun biasanya suka setengah harga tinimbang yang akan berkemah.
Segala sesuatu pasti ada kelebihan dan kekurangannya, kekurangan jika mendaki tektok yaitu; tidak bisa terlalu berlama-lama untuk menikmati tempat yang kita kunjungi, perlengkapan dan peralatan yang minim berisiko jika terjadi apa-apa tidak bisa mengatasinya, jadi untuk yang ingin mendaki tektok harus benar-benar siap memperhatikan segala hal apa yang dianggap penting untuk dibawa, seperti jas hujan sangat perlu, kompor dan nesting, tetapi jika yang tidak punya alat tersebut bisa membawa bekel makanan nasi timbel yang dibungkus. Kekurangan selanjutnya kondisi fisik akan sangat capek, karena tubuh diporsir harus langsung menuju puncak dari penitipan kendaraan, sedangkan yang berkemah bisa mengistirahatkan dahulu ditenda dengan merebahkan tubuh.
Jalur pendakian yang kami pilih lewat Citiis, sebab jika lewat Cikahuripan tidak boleh karena daerag cagar alam yang harus dilindungi, dari Bandung langsung ke arah Garut, belokan menuju basecamp Citiis bisa dari Cipanas atau bisa dari dekat lapangan sepak bola Nanjung, ikuti terus jalan tersebut sampai menemukan gapura yang akan ditagih untuk membayar kendaraan, 10.000/motor. Setelah melewati gapura tersebut, kalian bisa memilih meparkirkan kendaraan bebas di rumah warga mana saja, asal melihatkan tiket yang diberi oleh warga yang tadi menagih uang kendaraan.
Disini kalian akan ditagih untuk membayar kendaraan, jika masih bingung untuk sampai sini, kalian bisa bertanya kepada warga sekitar.
Memanfaatkan besoknya tanggal merah ditengah minggu berharap tidak akan terlalu ramai pengunjung yang akan kesana, kami berangkat dari Bandung langsung sepulang kuliah, bahkan ada beberapa orang yang mendadak ingin ikut pada hari itu juga tanpa mempersiapkan diri apapun, itu enaknya mendaki tektok tidak perlu ribet-ribet menyiapkan harus ini itu, yang penting hayu dari kemauan dulu saja. Rencana kami akan menikmati matahari terbit di puncak, itu berarti harus summit langsung dari basecamp menuju puncak, setelah sampai di basecamp malam hari, kami memutuskan bisa santai-santai dan beristirahat dulu mempersiapkan tenaga untuk pendakian yang akan dilakukan tepat pada tengah malam.
Sangat syahdu rasanya mendaki pada malam hari; tidak tersengat langsung oleh teriknya matahari, tidak terlalu ramai di jalur pendakian, tidak ada yang menyetel musik lewat speaker aktif keras-keras yang asa pang aing na dan terpenting tidak ada manusia-manusia yang ceuceuleuweungan dengan bebas. Kendatipun demikian, pendakian malam hari tidak dianjurkan karena berisiko tersesat didalam hutan, karena akan susah untuk bernavigasi darat kecuali ada 1 orang yang sudah hapal betul jalur pendakiannya. Belum lagi, pada malam hari kadar oksigen yang harus kita hirup sangat tipis, karena pada malam hari pohon-pohon akan mengeluarkan karbon dioksida dan menghisap oksigen, jadi saat kita cape dan membutuhkan oksigen yang banyak, harus bersaing dengan pohon-pohon, atau yang ada malah karbon dioksida yang terhisap, hal itu sangat berbahaya bagi paru-paru, jadi jika ingin mendaki malam, usahakan jalan sesantai mungkin jangan terburu-buru, yang ada malah akan cepat capek.
Pos 1 yang harus lapor sambil membayar SIMAKSI
Sebelum mendaki, harus mendaftar dulu dibasecamp, dibasecamp hanya mengisi daftar nama dan jumlah orang yang akan mendaki, kemudian diberi pengarahan sedikit tentang bagaimana yang harus dilakukan, lalu akan diberi selembaran kertas yang harus disimpan hingga pulang sebagai bukti menjadi pendaki yang legal. Kemudian setelah sampai di pos 1, kertas yang dibawa dari basecamp harus dilaporkan di pos 1 sembari membayar simaksi, untuk berkemah 15.000/orang, untuk tektok 7.500/orang. Setelah otu kertas diambil lagi dan menuju pos 3 atau pos terakhir untuk nerkemah. Di pos 3 diisi oleh para volunteer yang berjaga jika terjadi apa-apa, selain itu tugasnya menerima laporan bahwa sudah membayar di pos 1, di pos 3 ini 1 orang dari rombongan kalian harus menitipkan identitas dan akan diberi arahan bagaimana untuk menuju ke puncak, agar barang aman selama muncak, kalian juga bisa menitipkan barang bawaan ke volunteer disni, daripada raib digondol orang lebih baik titipkan disana.
Sudah sampai di pos 3
Toilet basah mempunyai 8 bilik, 4 bilik untuk laki-laki, 4 bilik untuk perempuan
Untuk summit dari pos 3, ada peraturan dari volunteer yang berjaga disana bahwa summit harus dilakukan pukul 3 dinihari, kebetulan kami sampai di pos 3 pukul set 3, jadi bisa menyiapkan terlebih dahulu tenaga untuk menuju puncak dengan jalur pasir batu kerikil yang sangat menyebalkan, namun mengasyikan ketika turun, harus mencobannya tetapi selalu berhati-hati. Di pos 3 ini sekarang sudah nyaman dan aman pokonya, sudah banyak yang diberbenah, mulai dari bulan Agustus sudah ada mushola, sudah ada toilet basah jadi untuk yang kebelet tidak harus lagi pergi kesemak-semak membuat ranjau, untuk mengambil air sekarang tidak usah jauh-jauh lagi harus kebawah menuju aliran air, cukup mengambil dikeran samping mushola. Sedikit mengobrol kepada volunteer atas mengapa tidak bisa lagi kebawah untuk mengambil air? Karena banyak pendaki yang mandi di aliran air tersebut dengan seenaknya, hal itu membuat warga sedikit gusar dan melampiaskannya kepada volunteer sebab aliran air yang dipakai mandi pendaki itu menuju warga kaki Gunung Guntur. Jadi yang ingin mandi di pos 3, kalian bisa mandi di toilet basah yang ada di pos 3. Kemudian saya bertanya lagi, darimana biaya untuk membangun mushola, toilet basah atau mempernyaman pos 3, volunteer menjawab dari hasil mereka menjual pernak-pernik yang mereka jual di pos 3 dan dari hasil penitipan barang, saya awalnya mengira dari uang SIMAKSI yang kami bayar, ternyata sungguh muliah volunteernya, jika berkujung kesana sempatkan membeli pernak-pernik yang mereka jual disana, karena hasil dari penjualannya akan membantu untuk memperbagus lagi di pos 3.
Api unggun yang dibuat oleh volunteer
Setelah cukup beristirahat dan bercengkarama dengan volunteer ditengah api unggung, jam setengah 4 kami melanjutkan untuk muncak, saya khawatir kepada Eneng dan Puput yang baru pertama kali mendaki gunung, baru pertama sudah diajak ke seperti ini. Setelah dijalani dengan sabar serta diming-imingI di puncak akan terlihat bagus, mereka pun terus tetap melanjutkan, walaupun ditengah-tengah pernjalanan hampir menyerah. Ditengah-tengah perjalanan, tidak disangka ada insiden menimpa Nissa yang terkena bebatuan yang lumayan besar mengenai kakinya, hal itu membuatnya meringis kesakitan dan sedikit menangis akibat sakitnya yang dirasa, bagaimana tidak, setelah dibasecamp dan mengecek kakinya, yang Nissa lihat kakinya memar dan bengkak, tapi itu tangguhnya Nissa walaupun sudah begitu, ia tidak menyulutkan semangat untuk mencapai puncak, terus semuanya saling menyupport satu sama lain dan akhirnya kami semua tiba juga di puncak pukul 6 pagi, rasa haru, bahagia terluap sudah ketika berada diatas. Salut kepada 3 srikandi yang bisa berhasil kepuncak dengan berbagai keadaan.
Berada di puncak pertama, puncak kedua yang ada di belakangnya
Berada di puncak ke dua
Jalur menuju puncak 3, puncak tertinggi di Gunung Guntur
Puncak 4 dan 5 terlihat dibelakangnya menunu jalur Cikahuripan
Setelah beristirahat, makan, minum kopi, menikmati landscape dan berswafoto untuk memajangkan di sosial media, saya menawarkan mau lanjut ke puncak 2 dan 3? Ada yang sudah ampun, ada yang penasaran ingin kesana, saya antarkan yang ingin kesana, setelah di puncak 2, saya tawarkan lagi mau lanjut ke puncak 3? Ah ampun ketika melihat jalur yang harus dilalui dari puncak 2, harus jalan turun dahulu melewati lembahan, kemudian diberi tanjakan langsung tanpa ampun. Ohiya, Gunung Guntur memilik 5 puncakan, puncakan 4 dan 5 itu mengarah ke Cikahuripan tembus ke Kamojang. Jadi untuk ke Gunung Guntur jangan dihabiskan tenaga dari awal-awal, karena puncakannya ada beberapa dan lumayan tanjakannya yang berpasir. Kendatipun 2249 tapi setelah dicoba yang ada buat kurang ajar, itulah yang menbuat rindu Gunung Guntur.
Jalur turun paling asyik yang dirindukan dari Gunung Guntur, estimasi waktu naik berbanding terbalik dengan turun
Setelah merasa puas berada di puncak, karena matahari juga sangat terik pada waktu itu, kami turun dari puncak pukul 10 pagi dan sampai pos 3 pukul 11, kemudian harus melapor mau turun sambil membawa identitas, tidak lupa juga sampah, karena di basecamp sampah akan ditanyakan. Setelah bersih-bersih di pos 3 akibat debu-debu yang menghantam wajah dan rambut, kami melanjutkan perjalanan ke basecamp dan sampai disana pukul 1 siang, ketika melewati pos 1, kalian harus lapor kembali memastikan anggota kelompoknya lengkap tidak ada yang tertinggal diatas. Kami di basecamp beristirahat dulu, bersih-bersih dulu karena pulang juga masih panas, badan capek belum lagi kurang tidur dari sepulang kuliah. Pada pulul set 3 kami pun berangkat dari basecamp menuju Bandung karena takut kemaleman di jalan, itu pun sedikit memaksakan karena tubuh dirasa masih lelah. Di perjalanan pun sudah ngalenyap-ngalenyap hampir tertidur, apalagi yang mengendarai motor juga sama langsung terkena angin yang membuat makin enak untuk tertidur, ah sepertinya tidak akan bener, daripada terjadi yang tidak diinginkan dijalan, kami pun memutuskan menepi dulu untuk menuntaskan rasa kantuk. Alhamdulillah, semuanya aman tidak terjadi apa-apa pulang dengan selamat sampai tujuan ke rumah masing-masing.
Tepar-tepar lelah+ngantuk akibat ganasnya Gunung Guntur, utamakan tubuh yang prima untuk berkendara. Ingat, ada keluarga yang sedang menantI kalian mengharapkan pulang ke rumah.
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar