Setiap yang hendak mengunjungi Rancabuaya melewati jalur Pangalengan, sudah pasti menemui curug yang satu ini, letaknya pun mudah ditemukan yang berada di pinggir jalan utama setelah menuruni tanjakan curam dan sedikit melewati jembatan yang bawahnya merupakan aliran sungai dari curug tersebut. Nama curug, jembatan dan tanjakannya sama dengan penamaan Rahong, sedangkan untuk nama sungainya berbeda yaitu, Sungai Cibodas. Belum ada tempat parkir yang memadai untuk menyimpan kendaraan disini, jajan saja ke warung yang ada di pinggir jembatan, terus sekalian titipkan kendaraan ke penjaga warung, hitung-hitung kalian membantu perekonomian warga sekitar, kalian bisa mengobrol-ngobrol dengan pemilik warung seputar Curug Rahong maupun tentang Cisewu.
Akses yang enak dilalui untuk menuju Cisewu, lebih enak dan lebih dekat lewat Pangalengan, jika berangkat dari Bandung. Karena jika lewat Garut kota harus muter dahulu ke arah Cikajang kemudian ke arah Bungbulang, terus ke pertigaan Caringin. Sedangkan lewat Pangalengan hanya melewati Cukul dan Talegong, yang mana itu jalannya satu arah terus, dengan pemandangan hamparan kebun teh ketika melewati Pangalengan sampai Talegong. Untuk memakai motor matic diharapkan selalu mengecek kesiap siagaan motor kalian mulai dari oli, mesin dan yang paling penting rem jangan sampai habid kampas remnya, karena jalannya yang naik turun lumayan curam.
Keunikan dari Curug Rahong ini bentuknya yang berundak-undak, dan pada undakan yang paling atas dengan tinggi 10 meter terdapat batu yang menonjol diatas curugnya, sehingga aliran air dari atasnya membagi dua aliran. Tapi saya dan kawan saya tidak menuju kesana, karena sebelumnya tidak sadar kalau ini Curug Rahong, tahu-tahu ketika balik lagi ke warung dan menanyakan kepada seseorang yang akan menuju kesana. Lagipula kami datang kesana sudah terlalu sore, jadi tidak bisa berlama-lama karena perjalanan yang masih jauh, takut kemaleman di jalan, mengingat kami hanya satu motor berdua, dengan melewati jalan-jalan yang tertutup hutan dan gunung, kebayang dong mengerikannya, entah itu begal, entah itu mahluk halus.
Menurut penuturan dari masyarakat sekitar Curug Rahong ada banyak kejadian orang yang tenggelam dan tiba-tiba ditemukan dalam keadaan yang sudah tidak bernyawa. Hal ini dikarenakan 'Sang Penunggu' memiliki kekuatan besar yang dapat menyeret orang sedang berenang ke dalam sungai sehingga orang bisa tenggelam dan meninggal, karena tidak bisa bernafas. Kejadiannya berlangsung bukan hanya satu atau dua kali saja namun sudah terjadi berulang kali, dan kebanyakan yang menjadi korban dari orang luar Garut. Menurut masyarakat sekitar, kejadian ini terjadi karena perilaku pengunjung yang kurang tata krama ketika berenang sungai tersebut.
Sudah jelas tertera disana peraturan "DILARANG BERENANG DI AREA INI, KARENA BANYAK KORBAN JIWA YANG MELAYANG SIA-SIA. LEBIH BAIK TIDAK BERENANG DARIPADA NYAWA MELAYANG" Jadi sudah tahukan kalian harus bagaimana jika berkunjung kesana, meskipun dirasa sudah bisa berenang. Jadilah pengunjung yang bijak, jaga etika, sopan serta santun ketika mengunjungi ke tempat yang baru, kendatipun tidak ada orang yang akan kita jumpai ditempat itu.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar