Jumat, 28 September 2018

Leuwi Tonjong 'Surga Tersemnunyi' di Garut Selatan

Bismillahirrohmanirrohim


Berbicara tentang Garut, tidak melulu identik dengan dodolnya, dorokdoknya, jaket kulitnya, atau pun domba adunya yang hebat-hebat dalam bertarung. Dibalik itu semua, Garut memiliki banyak sekali pesona alam yang menyuguhkan keasriannya untuk dinikmati, tidak hanya Cipanas dan Darajat saja. Bagi saya, wisata alam yang ada Garut cukup lumayan kumplit, gunung yang populer ada PAGUCI (Papandayan, Guntur, Cikuray), punya pantai yang banyak mulai dari Rancabuaya sampai Sancang, situ (danau) tak kalah kerennya, leuwi (sungai) yang bersih, curug (air terjun) yang melimpah banyaknya, serta masih banyak wisata alam yang lainnya.

Salah satunya di Kecamatan Cihurip, disana mempunyai 4 destinasi wisata alam yang berada di 4 desa yang berbeda-beda. Leuwi Tonjong di Desa Jayamukti, Curug Nyogong di Desa Mekarwangi, Curug Cibadak di Desa Cisangkal dan Ranca Hideung di Kampung Sukalila Desa Cihurip. Keempatnya memiliki keindahannya masing-masing, sangat disayangkan jika berkunjung ke Cihurip melewatkan keempat destinasi tersebut, seperti saya bersama kawan saya hanya mengunjungi Leuwi Tonjong saja, karena mepet dengan waktu yang singkat dan perencanaan yang mendadak sedari berangkat jadi untuk kemana-mananya disiapkan selama diperjalanan. Imbasnya jadi terburu-buru mengejar waktu dan hanya sebentar untuk menikmatinya, berbanding terbalik dengan perjuangan yang ditempuh dengan lama.

Akses untuk sampai ke Leuwi Tonjong Desa Jayamukti Kecamatan Cihurip Kabupaten Garut dari arah Garut kota mengambil arah ke Cikajang, setelah sampai di pertigaan Cikajang, kalian harus belok ke kiri yang menuju arah Pameungpeuk dari situ ikuti jalan terus sampai ke Jalan Gunung Gelap, di sebelah kiri ada gapura besar berwarna kuning yang bertuliskan 'Selamat Datang di Kecamatan Cihurip' kalo masuk belok kiri. 
Jika dari daerah Bungbulang kalian yang mengikuti jalan terus akan menemui pertigaan Cikajang, jika ke kiri menuju Garut Kota, kalian harus lurus menuju arah Pameungpeuk.
Setelah masuk gapura Cihurip, kalian terus saja dulu mengikuti jalan tersebut, jalannya pun naik turun melewati gunung, kalian akan melewati belokan yang mengarah ke Curug Nyogong, tapi kalian harus tetap lurus, setelah melewati SDN Cihurip 01 dan puskesmas, tidak lama lagi akan menemui belokan yang ke kanan, kalian harus belok ke kanan, jalan yang menuju Leuwi Tonjong, jika lurus maka akan ke Curug Cibadak. Setelah belok kanan, kalian akan menemui lapangan sepak nola, terus saja ikutin jalan yang mengarah kebawah, dan lama-lama jalan akan semakin mengecil, paling cukup untuk 1 mobil lewat. Ikuti jalan tersebut nanti juga bakal ada tulisan selamat datang di Leuwi Tonjong, jika kalian bingung dI jalan, tanyakan pada warga sekitar banyak ko, dan baik serta ramah warganya. Setelah sampai ada rumah yang dibawahnya warung, kalian bisa menitipkan motor disana, dan di pintu masuk kalian harus membeli tiket. Berhubung saya bersama kawan saya datang pada weekday, jadi tidak ada penjaga tiketnya, jadi gratis. Paling kalau bayar 5.000, parkir 5.000 paling mahal.

Beberapa orang menyebut tempat ini dengan sebutan 'surga tersembunyi' karena letaknya memang jauh dan harus melakukan trekking dulu sekitar 20-25 menitan untuk sampai kebawahnya, itu untuk turun, untuk pulang mungkin bisa lebih dari itu karena harus jalan menanjak. Belum lagi akses kendaraan menuju lokasi ada sebagian jalan yang rusak dan tidak terlalu besar, namun sebagiannya lagi sudah ada yang diperbaiki, sepertinya jika menggunakan kendaraan mobil, akan mempersulit diri sendiri karena tidak memungkinkan untuk dilalui. Paling dititipkan ke rumah warga, selanjutnya kalian harus berjalan kaki menuju lokasinya. Karenan untuk parkir motor juga sedikit lapak parkirnya.

Kerennya dari tempat ini, yaitu aliran air sungainya yang mengalir diantara dua tebing yang tinggi, arusnya pun tenang sangat bersahabat jika ingin berenang, ada penyewaan rakit juga bila ingin ke tengah antara tebing. Namun saat musim kemarau airnya akan sedikit surut dan terlihat bersih, jika musim penghujan, airnya akan banyak tapi sedikit kecoklat-coklatan. Kalian bebas untuk menentukan kesana pada musim apa, setiap musim memiliki kekurangan dan kelebihannya. Namun yang jelas jika kalian akan kesana, tanamkan dari diri kalian masing-masing tidak boleh merusak, menyampah, vandalisme dan kegiatan lainnya yang merugikan Leuwi Tonjong, sebab tempat ini sangar berpotensi jika dikembangkan, akan membatu warga sana dalam hal ekonomi. 

Cung, siapa yang orang Garut? Kalian harus bangga menjadi orang Garut, sebab di Garut banyak potensi alam yang luar bisa, sampai-sampai dari luar kota menyempatkan untuk berlibur di Garut, oleh sebab itu, kalian sebagai orang Garut harus tetap menjaga kelesetariannya agar daya tarik wisatawan semakin banyak dan Kota Garut lebih banyak dikenal, kalau bisa sampai mancanegara.

Mohon maaf ada kekurangan dalam hal dokumentasi tidak mencantumkan patokan belokan-belokannya, karena terburu-buru dengan waktu yang sudah sore, dan mengejar sunset di Puncak Guha. Semoga saya mendeskripsikan arahnya dapat dipahami dan dimengerti serta bermanfaat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar