Sangat disayangkan rasanya jika berlibur ke Lombok tidak mengunjungi kesini. Dusun yang terletak di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dusun yang sudah ada sejak 1079 dan hingga sekarang masih mempertahankan adat dan tradisi dari leluhur mereka. Luas dusun yang berukuran 5 hektar dan dihuni oleh 152 kepala keluarga, tiap 1 kepala keluarga menghuni 1 rumah dengan total penduduk sekitar 700 orang dan telah ditempati oleh 15 generasi. Meskipun sudah zaman sudah canggih, mereka masih tetap mempertahankan tradisi leluhur mereka dengan memanfaatkan bahan-bahan alami untuk penghidupan mereka.
Ketika kalian awal masuk, kalian akan mengisi buku tamu, kemudian diantar oleh pemandu dari warga Dusun Sade yang akan menceritakan semua tentang tradisi adat dan bagaimana kehidupan disana, kemudian langsung disuguhkan dengan pertujukan pertarungan oleh 2 pemuda, yaitu Tradisi Presean, Tradisi Peresean merupakan salah satu Tradisi warisan nenek moyang sebagai bagian Upacara adat Suku Sasak (Orang Lombok), asal usul tradisi ini dimulai dari legenda pertarungan sampai mati dua orang laki-laki yang merupakan tunangan dari Ratu Mandalika, disamping itu latar belakang dari tradisi ini adalah pelampiasan Emosi Para Raja di Masa Lampau ketika berperang melawan musuh.
Dengan Melihat Latar belakang Tradisi Presean, bisa dikatakan ini adalain tarian kuno yang merupakan upacara adat dari Suku Sasak yang membawa makna tentang keberanian, ketangkasan dan ketangguhan orang-orang Lombok sebagai petarung. Masyarakat sekitar percaya bahwa setiap darah yang menetes dapat menentukan hujan, semakin banyak tetesan darah semakin banyak peluang untuk terjadinya hujan di Lombok. Bisa dikatakan Presean merupakan Upacara Adat Suku Sasak Untuk mendatangkan hujan
Dalam Tradisi Presean, para peserta tidaklah ditunjuk sebelumnya, dengan kata lain para peserta diambil dari para penontonnya sendiri, dalam pencarian peserta Peresean terdapat istilah Pakembar Tengaq (wasit) yang menunjuk langsung calon petarung dari para penonton, istilah Pepadu yang menunjuk langsung calon lawannya dari penonton yang hadir. pemenang ditentukan apabila ada salah seorang pepadu yang mengeluarkan darah, atau jika keduanya mampu bertahan dan sama-sama kuat pemenang ditentukan melalui skor tertinggi dari pertarungan yang berlangsung selama lima ronde.
Dibawah ini adalah beberapa istilah serta alat yang menjadi bagian dari berlangsungnya Tradisi Presean ini:
- Alat pemukul yang terbuat dari rotan (penjalin)
- Ende sebuah tameng yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau
- Gong Alat musik dengan ukuran besar berbentuk bulat dengan bundara kecil di bagian tengahnya, akan menghasilkan suara mendengung apabila dipukul
- Kendang Alat Musik terbuat dari kayu yang berbentuk silinder dengan dua lubang ditengahnya, kedua lubangnya ditutup oleh kulit sapi/kambing yang telah disamak
- Kajar (Sejenis Seruling)
- Rincik
- Pepadu (petarung)
- Pakembar Tengaq (wasit tengah)
- Pakembar Sedi (wasit Pinggir)
Tipe rumah Suku Sasak ada 3 tipe, Bale Bontar yakni untuk rumah dengan keluarga lebih dari satu anak, kedua Bale Podong yakni rumah untuk sepasang suami istri yang baru menikah atau orang tua untuk menghabiskan masa tua, terakhir Bale Tani. Rumah yang mereka huni semua terbuat dari bahan alami, lantai dari tanah liat dicampur kotoran kerbau, dinding dari anyaman bambu dan untuk atap dari daun alang-alang, kuat selama 7 tahun jika benar mengikatnya. Pintu masuknya dibuat rendah, filosofinya agar tamu menghormati pemilik rumahnya dengan cara masuk yang menunduk. Untuk membersihkan lantainya mereka menggunakan kotoran kerbau seminggu sekali.
Setelah keunikan bangunan, wisatawan yang mampir ke perkampungan ini juga bisa melihat langsung para perempuan menenun kain, yang menjadi pekerjaan sampingan selain bertani. Perempuan yang sudah dikatakan dewasa dan siap dinikahi, jika sudah bisa menenun. Kebanyakan dari berbagai hasil tenun mereka dibuat untuk dijual kepada wisatawan. Masyarakat Dusun Sade sangat senang jika hasil jualan mereka ditawar, maka kalau kaliab ingin membeli disini, kalian harus pintar-pintar bernegosiasi.
Ada tradisi yang menarik sebelum melakukan pernikahan, yaitu tradisi menculik si gadis yang akan dinikahi, cara seperti ini dianggap lebih kesatria dibandingkan harus meminta dengan cara hormat kepada orang tua si gadis. Pencurian tersebut harus dilakukan pada malam hari dan si pemuda harus membawa teman atau kerabat sebagai pengecoh dan saksi serta pengiring supaya proses penculikan tidak terlihat oleh siapapun. Namun, kalau terlihat maka si pemuda harus dikenakan denda oleh pihak keluarga perempuan ataupun desa. Setelah si gadis berhasil diculik, gadis tersebut tidak boleh dibawa langsung ke rumah si pemuda tetapi ke rumah kerabat laki-laki terlebih dahulu. Setelah beberapa malam, keluarga kerabatnya tersebut akan mengirimkan utusan untuk memberitahukan kepada keluarga pihak gadis bahwa anak gadisnya telah diculik.
Proses pemberitahuan ini disebut ‘nyelabar’. Dalam proses ini pun terdapat beberapa peraturan yang harus dilakukan. Nyelabar, Istilah bahasa setempat untuk pemberitahuan itu, dan itu dilakukan oleh kerabat pihak lelaki tetapi orangtua pihak lelaki tidak diboleh ikut. Rombongan Nyelabar terdiri lebih dari 5 orang dan wajib mengenakan berpakaian adat. Rombongan tidak boleh langsung datang kekeluarga perempuan. Rombongan terlebih dahulu meminta izin pada Kliang atau tetua adat setempat, sekedar rasa penghormatan kepada kliang, datang pun ada aturan rombongan tidak diperkenankan masuk ke rumah pihak gadis. Mereka duduk bersila dihalaman depan, satu utusan dari rombongan itu yang nantinya sebagai juru bicara menyampaikan pemberitahuan.
Ketika pasangan pengantin dengan menggunakan baju adat Lombok sang pengantin diarak menuju tempat orang tua si pengantin perempuan sambil berjalan kaki. Sebelum masuk ke pelaminan, pemuda Lombok biasa ‘menculik’ anak gadis yang disukainya. Jika orangtua si gadis setuju dengan pemuda yang akan menikahi anaknya, ia akan memberi tanda dengan cara membasuh kaki pemuda tersebut dengan air sirop atau air kelapa. Sementara jika ia tidak setuju disimbolisasikan dengan membasuh menggunakan air tajin. Jika orangtua gadis tersebut menolak tetapi si pemuda tetap ngotot untuk menikahinya, orangtua si gadis biasanya menetapkan mahar yang tinggi untuk merestui anaknya. Ini sebagai ikatan agar anaknya diperlakukan secara baik.
Dalam pergaulan dengan lawan jenis, dikalangan wanita Lombok terutama remajanya juga dikenal istilah ‘pandai menipu’. Maksudnya, wanita Lombok dikenal memiliki banyak pacar, karena itu ia harus pandai-pandai menyiasati diri agar tidak ketahuan oleh pacar lelakinya yang lain. Malah ada anggapan kalau pacarnya hanya satu berarti tidak laku dan tidak di hormati. Justru bagi wanita Lombok banyak pacar adalah sebagai suatu kebanggaan tersendiri. Ada cerita menarik yang kami kutip ”Biasanya pada saat 2 atau 3 sebelum hari raya idul fitri” Sang pacar akan membawa beberapa hadiah yang di peruntukkan bagi sang gadis, ini lah kelihaian dari perempuan untuk menyiasati pertemuan, karena si lelaki dateng pada waktu yang bersamaan. Awas hati-hati bagi yang punya pacar orang Lombok hehe.
Oh iya, untuk berkunjung kesini tidak ada tarif khusus untuk membayar berapa, diakhir sebelum pulang kita hanya memberi se-ikhlasnya saja kepada pemandu yang mengantar kalian.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar